Akses Putus Total, Pemkab Purbalingga Siapkan Jembatan Darurat di Desa Danasari

Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif meninjau lokasi jalan putus akibat longsor di Desa Danasari
TINJAU: Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif saat meninjau langsung lokasi tanah longsor di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

PURBALINGGA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga segera menyiapkan pembangunan jembatan darurat untuk mengatasi terputusnya akses akibat tanah longsor di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu. Bencana tersebut mengakibatkan Dusun Danareja terisolasi karena jalan desa yang menjadi akses satu-satunya warga terputus total.

Bupati Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif menyampaikan, kejadian longsor dilaporkan terjadi pada Minggu (21/12) sore dan berdampak serius terhadap mobilitas warga.

“Longsor ini memutus jalan desa sekaligus Jalan Usaha Tani di Desa Danasari. Jalan itu merupakan satu-satunya akses dari sejumlah warga Desa Danasari, jadi ada 12 rumah yang terputus aksesnya, sehingga tidak bisa dilalui,” katanya, Selasa (23/12/25).

Bangun Jembatan Krapyak

Sebagai langkah penanganan cepat, Pemkab akan membangun jembatan darurat agar akses warga dapat kembali tersambung. Rencananya, pembangunan jembatan ini akan didukung oleh Baznas atau PMI.

“Nah nanti kami dari Pemda akan membantu jembatan darurat berupa jembatan krapyak sehingga bisa dilalui terlebih dahulu,” terangnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga telah melakukan langkah kedaruratan. Bersama warga dan unsur terkait, BPBD menyusun jalan setapak alternatif di tepi longsoran atas izin pemilik lahan. Namun, jalan darurat itu hanya dapat dilalui pejalan kaki, sedangkan kendaraan roda dua maupun roda empat belum bisa melintas.

Ancam 25 Hektare Sawah

Selain memutus akses jalan, material longsor juga merusak saluran irigasi persawahan. Jika tidak segera ditangani, sekitar 25 hektare sawah di wilayah tersebut terancam kekeringan.

“Solusinya kami dari DPU akan fasilitasi pipa untuk menghubungkan kembali saluran irigasi yang terputus,” jelas Bupati Fahmi.

Bupati berharap, ke depan dapat dilakukan penanganan permanen mengingat longsor di lokasi tersebut sudah terjadi untuk kedua kalinya.

Guna meringankan beban warga terdampak, Pemkab Purbalingga juga telah menyalurkan bantuan logistik dan sembako serta memastikan kondisi warga dalam keadaan aman. (abd/sam)