Tanamkan Kesetaraan Gender, SDN Wonotingal Semarang Gelar Gebyar Kreativitas

MERIAH: Peragaan busana siswa SDN Wonotingal Semarang di aula sekolah pada acara Gebyar Kreativitas memperingati Hari Kartini, Rabu (22/4/2026). (HAFIFAH NUR CHASANAH/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Upaya menanamkan nilai kesetaraan gender sejak dini dilakukan oleh SD Negeri Wonotingal melalui kegiatan bertajuk “Gebyar Kreativitas” di aula sekolah setempat pada Rabu (22/4/2026).

Acara peringatan Hari Kartini di lingkungan SDN Wonotingal Semarang ini menjadi wadah edukasi sekaligus ruang ekspresi bebas bagi ratusan siswa untuk menampilkan bakat terpendam mereka.

Ketua Panitia, Yuliana Ernawati mengatakan bahwa ajang perlombaan ini dirancang khusus untuk mendorong keberanian anak-anak dalam mengekspresikan diri.

Kategori lomba disesuaikan dengan jenjang kelas, mulai dari mewarnai dan membuat kipas untuk kelas rendah, hingga kolase, cipta puisi, dan peragaan busana adat (fashion show).

“Antusiasmenya luar biasa sekali, kami tidak menyangka peserta fashion show bisa mencapai 100 lebih. Ini pertama kalinya SDN Wonotingal mengadakan acara seperti ini,” ujarnya di sela kegiatan.

Aksi Nyentrik Bawa Ular Peliharaan

Dari ratusan peserta, sorotan utama penonton jatuh pada penampilan nyentrik Shaquilano Freddyan Elrafif, salah satu siswa kelas 4A.

Ia melenggang penuh percaya diri mengenakan pakaian adat Papua sembari membawa ular peliharaannya ke atas panggung.

Dina, selaku wali murid merasa bangga atas inisiatif dan keberanian putranya yang berani tampil beda di hadapan publik.

“Anaknya sendiri yang daftar dan minta pakai baju adat Papua. Bahkan dia tanya, ‘Mami, aku boleh bawa ular nggak?’,” tuturnya.

Makna Emansipasi di Era Modern

Sementara itu, Kepala SDN Wonotingal, Agus Pramono menegaskan bahwa kemeriahan ini bukan sekadar ajang kompetisi antar siswa semata.

Lebih dari itu, sekolah ingin memahamkan bahwa perjuangan emansipasi yang dirintis oleh para pendahulu telah membuahkan kebebasan berkarya di berbagai lini kehidupan saat ini.

“Kami ingin menumbuhkan semangat bahwa R.A. Kartini adalah pahlawan yang menggebrak kesetaraan gender. Anak-anak harus termotivasi untuk terus menggapai cita-cita,” jelasnya.

Meski kawasan tersebut sempat diguyur hujan, acara tetap berlangsung meriah hingga ditutup dengan prosesi penyerahan penghargaan kepada para pemenang. (hfh/gih/rds)