JEPARA, Joglo Jateng – PLN UIK Tanjung Jati B kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong efisiensi operasional dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan melalui launching program EV Heavy Duty Machine.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kompleks PLTU Tanjung Jati B, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). Momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 PLN UIK Tanjung Jati B.
Program ini ditandai dengan peluncuran penggunaan electric dump truck dan electric wheel loader. Keduanya merupakan bagian dari elektrifikasi alat berat di lingkungan pembangkit.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen PLN UIK Tanjung Jati B serta perwakilan entitas TJB Raya. Di antaranya PT CJP, PT KPJB, PT TJBPS, PT BAG, PT AGP, PT NPS, dan PT BJP.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau menjelaskan, program EV Heavy Duty Machine merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi. Sekaligus, langkah ini mendukung agenda transisi energi dan Net Zero Emission.
“Inovasi ini adalah bukti nyata komitmen kita terhadap efisiensi serta teknologi ramah lingkungan untuk mendukung Net Zero Emission,” ujarnya.

Menurutnya, melalui langkah tersebut, perusahaan tidak hanya menjaga keandalan operasi, tetapi juga berkontribusi pada agenda hijau dan masa depan energi bersih.
Andi menjelaskan, penggunaan alat berat berbasis listrik memberikan dampak efisiensi yang signifikan bagi perusahaan.
Berdasarkan proyeksi PLN UIK Tanjung Jati B, operasional empat unit alat berat diesel membutuhkan biaya sekitar Rp 1,8 milikar per tahun. Sementara itu, penggunaan empat unit EV Heavy Duty Machine diproyeksikan hanya memerlukan biaya listrik sekitar Rp 244 juta per tahun.
“Dengan perbandingan tersebut, UIK Tanjung Jati B memproyeksikan penghematan biaya sekitar Rp 1,6 miliar per tahun atau mencapai 86 persen,” jelas Andi.
Pihaknya menambahkan, program ini harus didukung bersama karena memberikan efisiensi nyata bagi perusahaan.
Selain efisiensi biaya, program ini juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon.
Jika rata-rata penggunaan bahan bakar minyak alat berat mencapai sekitar 71 kiloliter per tahun, penggunaan EV Heavy Duty Machine diproyeksikan mampu mengurangi emisi sekitar 192 ton CO2 equivalent per tahun.
Andi menambahkan, program ini merupakan bagian dari langkah transformasi UIK Tanjung Jati B menuju pembangkit yang semakin hijau, digital, dan berdaya saing.
Sebelumnya, PLN UIK Tanjung Jati B juga telah menjalankan program digital twin hingga Quick Win 4. Unit ini terus berproses dalam pengembangan program strategis lainnya seperti Carbon Capture Utilization Storage dan coal switching.
Peluncuran EV Heavy Duty Machine ini menjadi salah satu bukti bahwa inovasi pembangkitan tidak hanya dilakukan pada sisi produksi energi. Inovasi juga menyasar pada proses pendukung operasional di lapangan.
“Dengan semangat Beyond Fantastic, kami ingin terus bertransformasi, berinnovasi, dan menghadirkan energi yang terus menyala bagi Indonesia,” pungkasnya. (hms/rds)










