MI Miftahul Ulum 02 Kudus Tanamkan Karakter Siswa Sejak Hari Pertama

RAMAI: MI Miftahul Ulum 02 menggelar kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (Mata Muda) sebagai rangkaian penyambutan tahun ajaran baru 2026/2027. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – MI Miftahul Ulum 02 menggelar kegiatan Masa Taaruf Murid Madrasah (Mata Muda) sebagai rangkaian penyambutan tahun ajaran baru 2026/2027. Program yang berlangsung selama lima hari ini mengusung konsep pengenalan lingkungan madrasah sekaligus penguatan pendidikan karakter bagi seluruh peserta didik.

Kepala MI Miftahul Ulum 02, M. Solihul Huda mengatakan, Mata Muda merupakan istilah baru yang digunakan di seluruh madrasah berdasarkan arahan Kementerian Agama. Istilah tersebut menggantikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang selama ini dikenal di sekolah umum.

“Mata Muda atau Masa Taaruf Murid Madrasah dilaksanakan selama lima hari. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa baru kelas satu, tetapi juga diikuti siswa kelas dua hingga kelas enam sebagai bagian dari proses adaptasi memasuki jenjang kelas yang baru,” ujarnya.

Menurut Solihul Huda, kegiatan tersebut dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman sejak awal masuk sekolah. Selain mengenalkan lingkungan madrasah, Mata Muda juga bertujuan membangun kedisiplinan, memperkuat karakter, serta menanamkan budaya sekolah ramah anak yang bebas dari praktik perundungan.

Hari pertama diawali dengan pembukaan kegiatan dan pengenalan seluruh tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan. Para siswa diperkenalkan dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru kelas, hingga wali kelas agar terjalin kedekatan sejak awal tahun pelajaran.

Pada hari kedua, siswa mendapatkan materi dasar kedisiplinan melalui latihan baris-berbaris. Mereka juga diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas yang ada di lingkungan madrasah, seperti musala, ruang guru, perpustakaan, ruang kelas, hingga fasilitas sanitasi.

“Kami ingin seluruh siswa mengenal lingkungan madrasah dengan baik sehingga mereka merasa nyaman dan percaya diri saat mengikuti proses belajar,” katanya.

Memasuki hari ketiga, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat. Setelah itu, siswa mengikuti pembelajaran keagamaan berupa praktik niat wudu dan niat salat, serta penguatan nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi ciri khas pendidikan madrasah.

Lima nilai tersebut meliputi Cinta Ilmu, Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Lingkungan Alam, Cinta Tanah Air, serta Cinta Diri dan Sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi karakter peserta didik sejak dini.

Pada hari keempat, suasana pembelajaran dibuat lebih menyenangkan melalui berbagai permainan edukatif dan kegiatan ice breaking. Bersamaan dengan itu, madrasah memberikan materi mengenai pencegahan perundungan atau anti-bullying.

Menurut Solihul Huda, materi tersebut penting untuk membangun hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik maupun antarsiswa, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa madrasah adalah tempat belajar yang ramah. Tidak boleh ada perundungan, semua harus saling menghormati dan saling mendukung,” jelasnya.

Sebagai penutup, Sabtu (18/7/2026), seluruh siswa akan mengikuti kegiatan istigasah dan doa bersama sebagai tanda dimulainya tahun ajaran baru. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan karakter spiritual sekaligus memohon kelancaran selama proses pembelajaran. (adm/fat/rds)