JEPARA, Joglo Jateng – SMA Islam Jepara mulai memantapkan pelaksanaan program ‘SMA Mantap’ dengan memberikan keterampilan tambahan kepada siswa. Program tersebut disiapkan agar lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki kemampuan yang bisa digunakan setelah menyelesaikan pendidikan.
Kepala SMA Islam Jepara, Khofsotun menyampaikan, program SMA Mantap merupakan bagian dari program Jawa Tengah yang sejalan dengan arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menurutnya, sekolah telah membentuk tim khusus untuk mengawal pelaksanaan program tersebut. Keterampilan yang diberikan dimasukkan dalam kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler, sesuai dengan bentuk program yang dijalankan.
“SMA Mantap ini program Jateng, sesuai arahan dari Kemendikdasmen. Bentuknya double track, jadi anak-anak mendapat tambahan keahlian khusus,” sebut Khofsotun saat ditemui, Rabu (12/8/2026).
Khofsotun mengatakan, salah satu program yang sudah berjalan adalah keterampilan mengemudi. Kegiatan tersebut dimasukkan dalam pembelajaran intrakurikuler dan dilaksanakan saat kelas XII. Dalam pelaksanaannya, SMA Islam Jepara menyiapkan dua kendaraan untuk praktik, yakni satu mobil manual dan satu mobil matic.
“Untuk mengemudi sudah jalan dan masuknya di intrakurikuler. Kami menggunakan guru sendiri. Penjadwalannya lima hari,” ujarnya.
Sekolah juga tengah mengupayakan kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kerja sama tersebut diharapkan dapat memudahkan siswa memperoleh sertifikat keterampilan. Bagi siswa yang sudah memenuhi usia dan persyaratan, sekolah juga berharap dapat membantu proses mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Kalau tahun ini bisa bekerja sama dengan LPK, harapannya anak-anak bisa terfasilitasi mendapatkan sertifikat,” ujarnya.
SMA Mantap di SMA Islam Jepara juga diarahkan pada pengembangan potensi olahraga. Salah satu yang disiapkan yakni workshop pelatihan menjadi pelatih voli. Program ini menyasar siswa yang memiliki kemampuan dan keseriusan di bidang olahraga.
Sebelum mengikuti pelatihan secara resmi, sekolah terlebih dahulu melakukan evaluasi untuk melihat apakah siswa tersebut sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk diarahkan menjadi pelatih.
Anak-anak yang dinilai layak nantinya bisa diberi kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kepelatihan. Sekolah juga membuka peluang magang agar siswa mendapatkan pengalaman langsung sebelum benar-benar terjun menjadi pelatih.
“Misalnya anak sudah layak menjadi pelatih, kami evaluasi. Kalau memang sudah pantas, kami arahkan. Bisa juga dimagangkan,” katanya.
Menurut Khofsotun, pemetaan tersebut penting dilakukan karena setiap siswa memiliki potensi yang berbeda. Guru dan wali kelas akan mendampingi siswa sejak kelas X hingga XII untuk melihat minat, bakat, keseriusan, serta perkembangan kemampuan mereka.
Dengan pendampingan tersebut, sekolah ingin memastikan keterampilan yang dipilih siswa tidak berhenti sebagai kegiatan tambahan, tetapi benar-benar bisa menjadi bekal setelah lulus.
“Karena ketika lulus sekolah, anak sering ditanya sertifikat. Jadi kami ingin keterampilan yang mereka dapat ini bisa menjadi bekal dan punya nilai setelah mereka lulus,” ujarnya.
Program SMA Mantap tersebut berjalan berdampingan dengan pembinaan prestasi yang selama ini sudah dilakukan SMA Islam Jepara. Sejumlah siswa telah meraih prestasi di bidang olahraga, seperti juara pertama Kejuaraan Pencak Silat Muria Raya Open 2026, juara kedua Liga Futsal Putra Gekaes XXX Smansara 2026, juara kedua panjat tebing nomor lead putri 2026, serta top score handball 2026, dan masih banyak sederet prestasi lainnya. (oka/gih/rds)









