Tol Laut Jadi Harapan Ekonomi

Kapal logistik Tol Laut Kendhaga Nusantara 13
ILUSTRASI: Kapal logistik Tol Laut Kendhaga Nusantara 13 sedang mengatur kontainer berisikan beras. (ANTARA/JOGLO JATENG )

JAKARTA, Joglo Jateng – Anggota Komisi V DPR RI Syahrul Aidi Maz’at mengatakan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) perlu memberdayakan program tol laut. Langkah itu guna memastikan pendistribusian logistik ke seluruh pulau dan daerah di Indonesia saat pandemi Covid-19.

Menurutnya, hal tersebut penting terutama bila terjadi kondisi serba sulit di mana penyekatan di jalur darat terpaksa dilakukan secara menyeluruh di berbagai daerah di Tanah Air.Ia juga berpendapat bahwa dengan fokus pada pendistribusian logistik,  Pelni bisa mengatasi pembengkakan biaya misalnya atas berbagai perawatan karena kapal-kapal yang tidak beroperasi saat pandemi.

“Dengan demikian, Pelni juga masih bisa terus menghasilkan dan produktif,” kata dia.

Sebelumnya, PT Pelni (Persero) mengajak pemerintah daerah untuk memaksimalkan muatan balik tol laut dengan memanfaatkan komoditas unggulan yang ada di tiap daerah. Pjs. Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni. Opik Taupik mengatakan, muatan balik dari wilayah timur menunjukkan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kami sangat mengapresiasi pemda yang mulai memanfaatkan muatan balik produksi daerah. Kami buka selebar-lebarnya pintu bagi UMKM daerah untuk memperluas pangsa pasar komoditas unggulan mereka,” kata Opik.

Hingga April 2021, PT Pelni telah mengangkut muatan balik pada kapal tol laut sebanyak 1.282 Teus. Trayek T-15 yang melayani rute Tg. Perak – Makassar – Jailolo – Morotai – Tg. Perak dengan KM Logistik Nusantara 3, menjadi penyumbang muatan balik tertinggi yakni sebanyak 323 Teus.

“Muatannya berupa kayu kelapa, kopra, batang kayu dan hasil laut. Selain itu, untuk pertama kalinya dari Jailolo juga mengangkut muatan balik VCO (Virgin Coconut Oil) sebanyak satu kontainer pada voyage empat,” ujarnya.

Opik menambahkan selama Januari hingga April 2021 PT Pelni telah mengangkut sebanyak 2.289 Teus muatan berangkat, meningkat sebanyak 1.037 Teus atau naik sebanyak 82,8% dari total 1.252 Teus jika dibandingkan di tahun 2020 pada periode yang sama. (ara/git)