PEMALANG, Joglo Jateng – Menjadi guru berarti harus siap mengabdi untuk negeri, itulah yang harus disadari oleh orang yang berprofesi sebagai guru. Guna mencerdaskan generasi penerus bangsa, terkadang para guru bertindak lebih dengan meringankan beban siswanya yang terkendala ekonomi.
Kepala SMP Negeri 7 Pemalang Siti Komariah mengatakan, pada awal berkarir menjadi guru sering ditempatkan di daerah pedesaan. Bahkan dia pernah mengupayakan seorang siswa yang kesulitan ekonomi untuk mendapatkan beasiswa agar tetap bersekolah.
“Di SMP 3 Pulosari, lingkungan desa susah mencari murid, bahkan saya sempat keliling SD untuk mendata siswa karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan oleh faktor ekonomi yang rendah,” tuturnya.
Setelah satu tahun berjalan, perkembangan sekolah mulai terlihat, yang awalnya hanya tiga kelas, pada tahun kedua berkembang menjadi delapan kelas dan sampai sekarang terus mengalami perkembangan. Menurutnya, semua itu bisa terjadi karena kerjasama dan semangat berjuang guru yang mau susah payah mdncari, mengembangkan dan memfasilitasi generasi penerus bangsa.
Siti telah beprofesi sebagai guru selama kurang lebih 21 tahun dan sering dipindahkan dari satu sekolah ke sekolah lainnya di Provinsi Jawa Tengah. Setelah lulus di IKIP Semarang pada jurusan biologi pada tahun 1990, ia langsung mulai mengabdi di SMA 17 Agustus 1945 di Semarang selama empat tahun. Pada tahun 1994 pindah ke Kabupaten Pemalang dan langsung mengajar di dua sekolah sekaligus, yakni mengajar di SMP Negeri 1 Bantarbolang dan SMA 1 PGRI Pemalang.
Sejak awal lulus, Siti sudah mulai mendaftarkan diri sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS), tercatat sebanyak tujuh kali ia mendaftar, namun selalu gagal. Meski demikian, ia tidak patah semangat dan pada tahun 1998 mendapatkan SK CPNS.
Pada tahun 2016 sampai 2018, ia menjabat Kepala SMP Negeri 1 Pemalang sekaligus pelaksana tugas (Plt) di SMP Negeri 7 Pemalang. Lalu pada bulan Mei 2018 ditetapkan sebagai Kepala SMP Negeri 7 Pemalang sampai sekarang.(cr1/akh)










