Sebanyak 3.681 Warga Lakukan Isoman

WASPADA: Petugas tenaga kesehatan dengan alat pelindung diri (APD) lengkap saat mengecek salah satu warga OTG di tempat isolasi terpusat Bangsa Brotowali III gedueng PGRI Desa Karanggeneng Boyolali, belum lama ini. (ANTARA/JOGLO JATENG)

BOYOLALI, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali menyatakan jumlah warga di daerah itu yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing sebanyak 3.681 kasus, tersebar di 22 kecamatan. Kebanyakan dari mereka masuk kategori orang tanpa gelaja (OTG) Covid-19.

Kepala Dinkes dr. Ratri S Survivalina mengatakan, berdasarkan perkembangan data kasus Covid-19 di Dinkes, hingga Selasa (13/7) malam, jumlah pasien OTG yang menjalani isoman sebanyak 3.681 orang. Menurut dia, jumlah pasien Covid-19 di Boyolali yang masih menjalani perawatan di rumah sakit ada 345 kasus. Sehingga total kasus aktif sebanyak 4.026 kasus.

Pemkab Boyolali dengan terus naiknya kasus OTG tersebut sudah menyiapkan beberapa lokasi Isolasi terpusat. Tetapi tidak semua warga OTG mau dipindahkan ke lokasi yang disediakan oleh pemerintah. Padahal, isolasi dengan fasilitas dan tenaga kesehatan cukup.

Selain itu, petugas “Jogo Tonggo” di tingkat desa hingga RT juga meyakinkan dapat mengurus warganya yang OTG secara mandiri. Warga yang OTG dan kini sudah selesai isolasi atau dinyatakan sembuh dari Covid-19 juga bertambah sebanyak 177 kasus.

“Sehingga totalnya menjadi 12.733 kasus atau 72.9 persen. Serta yang meninggal dunia karena terpapar ada 718 kasus atau 4,1 persen,” ujar Ratri S Survivalina.

Sementara itu Camat Boyolali Kota Gatot Murdiyanto mengatakan, ada 592 warganya yang menjalani isoman di rumah masing-masing. Meski sudah diarahkan dan difasilitasi pemindahan tempat isoman ke Asrama Haji Donohudan (AHD), Ngemplak, tidak semua mereka yang OTG mau.

“Bahkan, ada OTG yang bersikukuh memilih isoman di rumah masing-masing dengan mengandalkan petugas Jogo tonggo di tingkat desanya,” terangnya. (ara/zul)