BATANG, Joglo Jateng – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Batang mengisi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Batang dengan materi tentang toleransi dan keberagaman.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan MPLS yang ramah, sekaligus mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.
Ketua FKUB Kabupaten Batang, Subkhi mengatakan, penanaman nilai toleransi perlu dilakukan sejak peserta didik pertama kali memasuki lingkungan sekolah.
Dengan memahami pentingnya menghargai perbedaan, para siswa diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis selama mengikuti proses belajar.
“Kerukunan itu harus disiapkan sejak awal karena generasi muda ini akan hidup untuk masa depan,” ujarnya usai menjadi pemateri di Aula SMAN 1 Batang, Senin (13/7/2026).
“Semoga materi yang disampaikan para tokoh agama bisa menumbuhkan kesadaran untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.
Menurut Subkhi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program FKUB Goes to School yang akan dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut.
Selain SMAN 1 Batang, program tersebut juga menyasar SMAN 1 Bandar, SMKN 1 Blado, SMK Bhapra, SMK Ma’arif NU Limpung, dan SMA Wahid Hasyim Tersono.
Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, kuis edukatif, dan permainan sehingga lebih mudah dipahami peserta didik baru.
Siswi baru SMAN 1 Batang, Camelia mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti materi tersebut. Bahkan, dirinya memperoleh hadiah karena mampu menjawab pertanyaan seputar hari besar enam agama di Indonesia.
“Materinya menarik dan membuat kami lebih memahami pentingnya menghargai teman yang berbeda agama. Kita semua harus menjunjung tinggi toleransi karena sama-sama generasi muda Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Pembina Kesiswaan SMAN 1 Batang, Wiwit Pujianti mengapresiasi materi yang disampaikan oleh FKUB.
Menurutnya, pembekalan tersebut sejalan dengan semangat MPLS Ramah yang menekankan pembentukan karakter peserta didik.
“FKUB kami hadirkan dalam MPLS untuk memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga kerukunan, perdamaian, dan sikap saling menghormati antarteman,” ujarnya.
“Harapannya nilai-nilai tersebut menjadi bekal mereka selama belajar di sekolah maupun di kehidupan bermasyarakat,” pungkas Wiwit. (fan/ree/rds)










