BATANG, Joglo Jateng – Sebagian besar wilayah di Kabupaten Batang termasuk dalam daerah rawan bencana. Adapun ancaman bencana di antaranya, banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Hal tersebut perlu diantisipasi lantaran musim hujan yang diprediksi akan mulai di bulan Oktober.
Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah Ulul Azmi mengatakan, bahwa prosentase desa rawan bencana di Batang termasuk besar. Dari 15 kecamatan, 9 kelurahan, dan 239 desa di Kabupaten Batang, lebih dari separuhnya merupakan daerah rawan bencana. Baik tingkat tinggi, sedang maupun rendah.
“Daerah rawan bencana di Batang itu ada dua, utara dan selatan. Utara itu banjir, selatan itu longsor. Tapi yang di tengah-tengahnya juga ada potensi angin,” jelasnya.
Daerah rawan banjir meliputi daerah pesisir. Utamanya di Kecamatan Batang dan Gringsing. Penyebab banjir di wilayah tersebut bisa karena sungai meluap atau rob air laut. Adapun bahaya longsor meliputi hampir seluruh wilayah Batang bagian selatan. Mulai dari Kecamatan Gringsing, Tersono, Bawang, Blado, Reban, Bandar, dan Wonotunggal. “Yang longsor itu potensinya tinggi semua,” tegasnya.
Ia menambahkan, longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi saat musim penghujan. Hal ini disebabkan daerah Batang bagian selatan merupakan daerah tangkapan hujan, sehingga curah hujannya lebih tinggi.
“Kejadian longsor itu sering, sejak 2013. Hanya saja tidak selalu mengenai pemukiman penduduk,” ungkapnya.
Adapun untuk potensi angin puting beliung berada di daerah pertengahan. Meliputi Wonotunggal, Warungasem, Karanganyar, Batang, sampai Tulis. “Desa Klidang Wetan dan Klidang Lor (Kecamatan Batang), itu langganan angin,” tuturnya.
Untuk mengantisipasi bencana di musim penghujan, BPBD Kabupaten Batang melakukan mitigasi bencana secara struktural dan non struktural. Mitigasi struktural yang sudah dilaksanakan salah satunya penataan drainase kota dan peninggian jalan.
“Sebenarnya kita mau bikin embung, sudah ada lokasinya cuma belum ada anggaran,” imbuh Azmi.
Adapun untuk mitigasi non struktural dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai edukasi penanggulanganan bencana. Ia menerangkan, bahwa pihaknya juga akan membuat posko di setiap kecamatan dan desa yang rawan bencana. (cr1/all)










