PURWOKERTO, Joglo Jateng – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara mencatat 13 kejadian bencana tanah longsor yang melanda wilayah setempat. Belasan bencana ini terhitung sejak Kamis, 21 Oktober.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto menyebut, daerah yang terkena longsor tersebut antara lain di Desa Mlaya Kecamatan Punggelan dan Desa Penusupan dan Desa Biting Kecamatan Pejawaran. Kemudian, Desa Susukan dan Desa Kubang Kecamatan Wanayasa.
“Selain itu, ada juga laporan dari Desa Pasuruhan, Desa Binangun, Desa Sampang dan Desa Karangkobar Kecamatan Karangkobar,” katanya melalui siaran pers, belum lama ini
Untuk itu, ia mengimbau kepada warga untuk tidak mendekati lokasi longsor. Hal ini guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
“Jangan mendekati lokasi kejadian longsor tanpa pengawasan dari petugas karena dikhawatirkan akan berbahaya. Biarkan beberapa hari dulu, jangan mendekati titik sebelum ada petugas yang melakukan pengkajian, untuk mengantisipasi longsor susulan,” pintanya.
Dia menambahkan, pihaknya terus fokus melakukan kegiatan penanganan bencana. Termasuk pembersihan material longsoran.
“BPBD Banjarnegara mengerahkan semua aset yang dimiliki dengan maksimal. BPBD juga mengajak para relawan untuk terus berperan aktif bersinergi dan berkolaborasi untuk bersama-sama melakukan upaya penanganan bencana,” ujarnya.
Sesuai dengan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah di Banjarnegara mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dengan durasi yang cukup lama. Karena itu, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bencana longsor menyusul peningkatan curah hujan.
Sementara itu, BMKG Banjarnegara sebelumnya juga mengajak warga untuk mewaspadai peningkatan curah hujan. Terutama bagi mereka yang tinggal di lokasi rawan bencana tanah longsor.
“Kami kembali mengajak warga untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan karena dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi khususnya tanah longsor,” kata Kepala Stasiun Geofisika BMKG Banjarnegara, Setyoajie Prayoedhie, beberapa waktu lalu.
Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang biasanya mengalami peningkatan saat musim hujan. (ara/ern)










