BATANG, Joglo Jateng – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Batang menurun drastis. Sepanjang tahun 2021, hanya ditemukan 9 kasus.
Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Farikhun mengatakan, angka kasus DBD tahun 2021 menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2020, kasus DBD di Kabupaten Batang mencapai lebih dari 300 kasus. “Tertinggi tahun 2019 itu sampai lebih dari 500 kasus,” ungkapnya.
Turunnya kasus DBD diikuti tidak ada kasus kematian. Sebelumnya, kasus di Kabupaten Batang yang meninggal dunia akibat DBD pada tahun 2019 sebanyak 4 orang, tahun 2020 sebanyak 5 orang.
Menurutnya, faktor turunnya kasus DBD di Kabupaten Batang salah satunya disebabkan siklus nyamuk 5 tahunan. “Kalau saya lihat ini fenomena alam. DBD ini kan penyebabnya nyamuk, dan dikenal ada siklus 5 tahunan,” terangnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, diperkirakan kasus DBD dapat kembali naik dalam dua tahun ke depan. Hal ini dapat dijadikan salah satu acuan untuk upaya antisipasi. “Siklus 5 tahunan itu dihitung dari kasus tertinggi. Jadi kalo saat ini ya kemungkinan 2 tahun ke depan. Akan tetapi tidak menjamin juga karena ada migrasi nyamuk,” paparnya.
Pihaknya menekankan, yang harus diperhatikan saat ini adalah penjagaan lingkungan untuk mencegah naiknya kembali kasus DBD. “Yang penting lingkungan masyarakat tetap dijaga dan tetep lakukan PSN (pemberantasan sarang nyamuk),” terangnya.
Lebih lanjut, faktor pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) karena pandemi juga dimungkinkan berpengaruh pada menurunnya kasus DBD. Hal ini di karenakan mobilitias masyarakat yang rendah akibat PPKM.
“Kadang lingkungan ini terjaga, tapi karena mobilitas kan tidak pasti kita di lingkungan yang mana, itu yang mungkin berpengaruh dari pandemi ini,” ungkapnya. (cr1/all)










