Kembali Rajai Eropa, Bukti Mentalitas Real Madrid

RAJA EROPA: Pemain Real Madrid Karim Benzema mengangkat piala bersama rekan-rekan satu timnya setelah menjadi juara Liga Champions, di Stade de France, Saint-Denis dekat Paris, Prancis, Sabtu (28/5). (ANTARA/JOGLO JATENG)

PARIS, Joglo Jateng – Gol semata wayang dari Vinicius Junior ke gawang Liverpool pada babak kedua dan penampilan cemerlang kiper Thibaut Courtois mengantarkan Real Madrid kembali menjuarai Liga Champions. Gelar menjadi yang ke-14 bagi mereka sekaligus semakin mengokohkan mereka sebagai yang terbaik di Eropa bahkan dunia.

Pertandingan final ke-17 Liga Championsnya El Real ini sekaligus melewati pencapaian AC Milan dan Bayern. Pafina yang digelar di Stade de France, Paris, Madrid tampil lebih inferior ketimbang Liverpool. Mereka harus mengandalkan Thibaut Courtois yang mati-matian berjibaku menjaga gawangnya.

Pengalaman akhirnya menjadi kunci dalam final Liga Champions edisi ini. Sementara Benzema menjadi segelintir pemain Real Madrid yang mengangkat trofi Liga Champions kelima kalinya.

Dalam laga final Minggu dini hari itu, Liverpool tampil sangat dominan dan beberapa kali membuat peluang gol. Jika saja bukan Madrid mungkin sudah lebih dari dua gol mereka ciptakan. Namun Liverpool berulang kali gagal menundukkan Courtois, selain beberapa kali pula dihadang oleh barisan belakang Madrid, khususnya Dani Carvajal, Casemiro, dan David Alaba.

Usai pertandingan, pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti mengaku tak menyangka bisa memenangkan final melawan tim terhebat di dunia asal Inggris itu. Carlo Ancelotti, mengaku tak menyangka timnya menjuarai lagi Liga Champions.

“Ini pertandingan yang berat. Kami tertekan pada babak pertama tetapi pada akhirnya dengan semua pertandingan yang kami mainkan, saya kira kami pantas menjuarai kompetisi ini. Ini sungguh klub yang fantastis dan skuad sangat berkualitas serta berkarakter mental yang kuat,” kata Ancelotti.

LEGENDA: Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti melakukan selebrasi dengan mengepalkan tangannya usai membawa timnya juara Liga Champions, di Stade de France, Saint-Denis dekat Paris, Minggu (29/5). Ia menjadi pelatih tersukses dengan 4 gelar bersama dua tim. (ANTARA/JOGLO JATENG)

Bagi Don Carlletto sendiri gelar ini membuktikan statusnya sebagai pelatih tersukses Eropa. Sebab, bisa menjuarai Liga Champions, ataupun kompetisi pendahulunya Piala Champions, bukanlah perkara gampang yang dapat dilakukan oleh sembarang pelatih.

Itu menjadi kali keempat pelatih berjuluk Don Carletto tersebut mengantarkan tim yang ditanganinya menjuarai Liga Champions. Sebelumnya dia sukses bersama AC Milan pada 2003 dan 2007, serta Real Madrid pada 2014.

Ancelotti praktis menjadi pelatih pertama yang pernah menjuarai Liga Champions sebanyak empat kali dalam sejarah. Ia menguasai posisi puncak daftar pelatih jawara kompetisi itu setelah sebelumnya berbagi tempat dengan manajer legendaris Liverpool Bob Paisley dan mantan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane.

Sementara itu, penjaga gawang Real Madrid Thibaut Courtois menyatakan, dia sudah bertekad untuk menang. Mantan pemain Chelsea sendiri dinobatkan sebagai pemain terbaik final Liga Champions antara Madrid dan Liverpool di Paris itu.

“Saya harus memenangkan final demi karir saya, agar nama saya dihormati. Saya sungguh bahagia dan bangga kepada penampilan tim saya,” kata Courtois kepada BT Sport dalam laman Liga Champions, Minggu (29/5).

“Kami telah mengalahkan klub-klub terbaik di dunia. City dan Liverpool luar biasa hebat musim ini, Liverpool memainkan pertandingan yang hebat tapi kami punya satu peluang gol dan kami mencetaknya,” sambung dia. (ara/fat)