KUDUS, Joglo Jateng- Ada yang berbeda dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nahdlatul Ulama (NU) Al-Ma’ruf. Pengadaan baru dimulai pada Minggu (17/7) lalu, hingga Rabu (20/7). Selain itu, kegiatan ini diakhir dengan pelaksanaan ziarah makam dan bai’at.
Kepala SMP NU Al-Ma’ruf Miftah menjelaskan, pelaksanaan MPLS dilakukan selama empat hari. Di hari pertama berisi pembukaan dan pembekalan. Di hari kedua dan ketiga berisi pemberian materi terkait standar MPLS. Hari terakhir, diadakan ziarah makam ke Sunan Kudus sebagi wujud ‘ngalap barokah’ dan penutupan MPLS.
“Dalam ziarah tersebut, diadakan juga bai’at kepada para peserta didik baru. Mereka mengucapkan ikrar kepada diri sendiri,” terangnya.
Ikrar tersebut berisi janji mereka kepada diri sendiri untuk menjadi pribadi yang cerdas berkarakter, berkomitmen dengan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, dan menjadi anak yang sholih dan sholihah. Pembacaan ikrar tersebut dilakukan didepan makam. Sehingga dapat menambah ke khidmat an suasana ikrar.
“Secara tidak langsung, ikrar tersebut dapat menjadi sugesti mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga ikrar tersebut dapat benar-benar terwujud,” ujarnya.
Pihaknya menyatakan, dalam kegiatan MPLS, SMP NU Al-Ma’ruf menekankan terkait penguatan agama. Tidak ada inovasi lain dikarenakan keterbatasan waktu. Meski begitu, antusias para peserta didik baru dinyatakan cukup tinggi. Sebanyak 222 peserta didik baru dari delapan kelas mengikuti pelaksanaan MPLS dari awal hingga akhir dengan tertib.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta didik baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah. Maka dari itu, mereka juga dikenalkan dengan punden yang ada di sekitar SMP NU Al-Ma’ruf. Punden tersebut merupakan makam dari perintis Desa Ploso. Selain itu, pihaknya juga menekankan terkait karakter dan sopan santun kepada para peserta didik baru.
“Budaya ‘salam, senyum, sapa’ itu kami tekankan ke mereka. Pembiasaan tata krama atau unggah-ungguh juga kami terapkan pada mereka,” jelasnya.
Dalam kegiatan MPLS tersebut, juga dilakukan pendataan kepada para peserta didik baru yang berprestasi oleh tim pemantau bakat. Setelah MPLS, nantinya akan dilakukan keberlanjutan dari pendataan tersebut. Akan dilakukan verifikasi pendataan tersebut dengan pembuktian sertifikat penghargaan yang mereka miliki.
“Nantinya, para pelajar yang memiliki prestasi itu akan kami berikan beasiswa, baik prestasi akademik maupun non-akademik. Beasiswa tersebut bermacam-macam sesuai dengan tingkat prestasinya,” tuturnya. (cr1/fat)










