KUDUS, Joglo Jateng – Tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus kembali diadakan, Minggu (31/7). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, buka luwur tersebut dibarengkan dengan acara kirab yang diikuti oleh para perwakilan dari sembilan kecamatan. Dibarengkannya kedua acara tersebut bertujuan untuk meramaikan kegiatan buka luwur.
Humas Panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus, Muhammad Kharis menjelaskan, ini pertama kalinya kirab dibarengkan dengan kegiatan buka luwur. Sebelumnya, kirab dilaksanakan ketika acara ta’sis pada bulan Rajab.
Kirab tersebut diikuti 64 kontingen yang terdiri dari 30 peserta pada tiap kontingennya. Kontingen-kontingen tersebut berasal dari para pemangku punden dan belik dari sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus.
“Mbah Sunan Kudus kan sedang mantu atau buka luwur. Jadi masing-masing punden peserta kirab itu membawa gunungan hasil bumi di daerah masing-masing, kemudian disumbangkan untuk kegiatan buka luwur,” jelasnya.
Pada kegiatan tersebut, para peserta kirab membawa hasil bumi dari daerah masing-masing. Mulai dari buah-buahan, sayuran, kopi, burung, jajanan khas, dan lain sebagainya.
“Kami serta para pemangku punden dan belik se-Kabupaten Kudus merasa berbahagia atas antusias para peserta dan masyarakat umum. Dengan begitu, budaya ini masih terus eksis dan dilestarikan,” terangnya.
Namun demikian, pihaknya masih belum dapat memastikan apakah kegiatan akan berlangsung sama seperti tahun ini atau kembali ke tahun-tahun sebelumnya. Setelah kegiatan berakhir, pihaknya akan mengadakan evaluasi. Dengan begitu, dapat dinilai apakah kegiatan tersebut sudah berlangsung dengan baik ataukah belum.
“Belum tahu nantinya kirab dibarengkan buka luwur lagi atau tidak. Bisa saja nantinya kirab akan diadakan di kedua acara, baik buka luwur maupun ta’sis,” ujarnya. (cr1/abd)










