Kudus  

Luaskan Sasaran Literasi melalui Akreditasi

BERSEMANGAT: Para pelajar sedang antusias melakukan aktivitas belajar mengajar di perpustakaan Gema Bestari SMP 5 Kudus, belum lama ini. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 5 Kudus terus berinovasi untuk memperluas sasaran literasi dan meningkatkan kualitas literasi. Salah satunya melalui akreditasi perpustakaan Gema Bestari.

Kepala SMP 5 Kudus, Abdul Rochim menjelaskan, perpustakaan Gema Bestari tengah melakukan proses pemenuhan standar melalui akreditasi perpustakaan. “Literasi tidak hanya melulu terkait dengan kegiatan baca tulis. Maka dari itu, inovasi terus dilakukan agar para peserta didik dapat menikmati dan nyaman dengan fasilitas yang diberikan perpustakaan,” jelasnya.

Berbagai inovasi dilakukan, seperti gerobak baca ‘si biru kereta buku’ yang menyasar kepada para wali atau orang tua peserta didik. Ketika mereka menunggu kala menjemput anaknya, mereka bisa membaca buku atau majalah yang telah disediakan di gerobak baca. Tentunya, tema buku disesuaikan dengan umur dan minat mereka.

Selain itu, Panggung Gema Edukasi juga diadakan untuk aktivitas belajar mengajar antar guru dan murid. Di sana, proses pembelajaran menjadi lebih kreatif dan inovatif.

“Di perpustakaan kita juga ada program inklusi sosial berupa layanan anak. Kami mengajak murid-murid Sekolah Dasar (SD) sekitar untuk ikut bermain dan belajar bersama di perpustakaan kami,” imbuhnya.

Gema Bestari menyediakan ruang sirkulasi, ruang penyiangan, ruang baca, ruang kepala perpustakaan, taman baca, green library, ruang multimedia yang berisi 10 chrome book, dua televisi, dan satu proyektor, e-library yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun, serta buku braille.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Gema Bestari Ilining Uswatuun Khasanah menambahkan, penilaian dilakukan oleh Badan Akreditasi Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada bulan September mendatang. Namun, Gema Bestari telah memulai persiapannya pada September tahun lalu. Sejauh ini, persiapan telah mencapai sekitar 80%.

“Tiap bulannya, ada monitoring dari Perpustakaan Daerah (Perpusda). Sejauh ini, respons mereka positif terhadap inovasi-inovasi kami. Persiapan kami masih kurang beberapa, seperti pembuatan profil dan penataan ruang,” pungkasnya. (cr1/abd)