BANTUL, Joglo Jogja – Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan Virtual Job Fair Bantul tahun 2022. Hal ini bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dengan total jabatan yang diperlukan sebanyak 298 posisi dan jumlah lowongan pekerjaan sebanyak 5.964 posisi.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, tujuan dari Virtual Job Fair yakni mengurangi angka pengangguran di Bantul. Sehingga angka kesejahteraan dapat turut serta mengalami kenaikan.
“Tentu Virtual Job Fair ini dimaksudkan agar angka kemiskinan di Bantul bisa kita turunkan. Dengan sendirinya angka kesejahteraan akan naik dan angka kemiskinan akan turun,” ujarnya, Senin (22/8).
Halim berharap, masyarakat di wilayah Bantul dapat mengikuti kegiatan ini dan nantinya mendapatkan pekerjaan. Salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja tersebut.
Pihaknya ingin terus melakukan deregulasi dan debirokratisasi. Yaitu dengan melakukan penghapusan yang menghambat perusahaan dan mengurangi peraturan yang menghambat investasi.
“Investasi pembiayaan tinggi di Bantul harus kita buat murah. Sehingga investor tertarik, kalau investasi meningkat, pasti akan mendorong permintaan faktor produksi tenaga kerja,” imbuhnya.
Menurutnya, mempermudah investasi tidak harus dengan menghalalkan segala cara dan melanggar aturan. Aturan-aturan regulasi wajib tetap dilaksanakan, namun dapat dilaksanakan dengan cara yang mudah, murah, dan cepat.
Virtual Job Fair ini diselenggarakan pada 22 hingga 24 Agustus 2022. Sementara, masyarakat dapat mengakses kegiatan ini melalui www.jobfairbantul.com.
“Perusahaan yang beroperasi di Bantul sebanyak 11 perusahaan, sementara yang dari luar wilayah Bantul sebanyak 35 perusahaan. Total jabatan yang dibutuhkan ada 298 posisi dengan jumlah lowongan pekerjaan 5.964 posisi,” bebernya.
Sementara ia menambahkan, hingga saat ini jumlah pencari kerja yang mendaftar di akun sebanyak 2.436 orang. Dengan data yang sudah melamar pekerjaan sebanyak 3.903 orang, dimana satu pemilik akun dapat mendaftar lebih dari satu lowongan kerja.
“Bagi saudara-saudara kita para difabel, kita berikan porsi cukup besar. Yaitu 100 lowongan, yang tentu saja juga harus melalui seleksi,” imbuhnya.
Halim mengatakan, khusus 11 perusahaan yang ada di wilayah Bantul memerlukan pekerja sebanyak 1.674 orang. Dimana terdapat empat perusahaan dengan kebutuhan pekerja 1.437 orang. Sehingga minimal 14 orang dengan kebutuhan difabel dapat bekerja di perusahaan Bantul. (ers/bid)










