LIVERPOOL, Joglo Jateng – Derby Merseyside berakhir tanpa pemenang. Liverpool bermain imbang tanpa gol lawan Everton dalam pertandingan Liga Premier Inggris pekan ke-6 di Goodison Park, akhir pekan Minggu (4/9).
Hasil ini membuat Liverpool untuk sementara duduk di peringkat kelima klasemen dengan sembilan poin dari enam laga. Sementara Everton berada di urutan ke-14 dengan empat poin.
Usai laga, bos Everton Frank Lampard menilai bek tengah Liverpool Virgil van Dijk seharusnya dikeluarkan dari lapangan. Setelah bek itu mengganjal keras Amadou Onana.
Van Dijk hanya dihukum kartu kuning oleh wasit Anthony Taylor setelah membuat pelanggaran pada menit ke-76 terhadap Onana. Bek tengah Belanda itu gagal menyentuh bola dan malah mengganjal gelandang Everton itu tepat pada tulang keringnya.
VAR tidak dilibatkan dalam insiden itu setelah Taylor menghadiahkan kartu kuning kepada Van Dijk. Namun, Lampard mengatakan wasit seharusnya disuruh meninjau keputusannya oleh Video Assistant Referee Darren England setelah tayangan ulang televisi dengan jelas menunjukkan itu ganjalan kasar.
“Saya suka Virgil van Dijk, sebagai pemain dia fantastis. Tapi kadang-kadang Anda salah melakukan tekel, tekel itu mengenai tulang kering Amadou,” kata Lampard.
“Saya kaget pelanggaran itu tidak masuk VAR dan wasit tak mau melihatnya dan membuat keputusan yang benar. Memang sudah bukan lagi masalah saat ini, tetapi bagi saya itu kartu merah dan itu telah mengubah laga dalam 20 menit terakhir,” tambahnya.
Sementara itu Everton membenarkan seorang pendukung telah dikeluarkan dari stadion setelah melempar botol plastic. Menyusul keputusan VAR yang menganulir gol Conor Coady karena offside pada babak kedua. Benda itu, botol plastik, nyaris mengenai manajer Liverpool Jurgen Klopp.
“Saat itu saya tidak melihatnya, tetapi kini saya sudah melihatnya karena masih di TKP. Saya pikir itu botol kaca dan itu sangat membahayakan. Bukan plastik kok,” kata Klopp. (ara/fat)










