JAKARTA, Joglo Jateng – Pemerintah terus mendorong transisi energi melalui pemanfaatan energi bersih. Seiring dengan target penurunan emisi maupun Net Zero Emission yang ditargetkan tercapai pada 2060. Oleh karenanya, diharapkan peran serta kolaborasi seluruh lapisan masyarakat dalam mendukung program transisi energy tersebut.
Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimuddin mengatakan, gaya hidup masyarakat diharapkan turut mendukung transisi energy. Yaitu dimulai dengan mengurangi plastik sekali pakai hingga penggunaan transportasi massal atau kendaraan listrik.
“Pemerintah berupaya mengakselerasi transisi energy, salah satunya dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik di semua sektor. Selain insentif pajak, pemerintah juga akan mengupayakan agar harga kendaraan listrik menjadi lebih kompetitif. Sehingga dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Indra Darmawan menyampaikan pemerintah terus mengupayakan agar program transisi energi mendapatkan porsi pendanaan yang memadai.
“Ada gap pembiayaan hingga Rp250 triliun per tahun, setidaknya sampai dengan tahun 2030 untuk biaya peralihan menuju energi bersih. Itu harus dicari sumber pendanaan lainnya,” tutur Indra.
Lanjutnya, penggunaan energi harus terus diupayakan untuk beralih dari energi fosil menjadi energi bersih dan ramah lingkungan. Adapun sumber pembiayaannya diantaranya dari penerbitan sukuk atau green bonds, blended finance, serta kolaborasi bersama lembaga internasional.
Selain itu Indonesia juga mengenalkan Energy Transitions Mechanism (ETM) bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Yakni untuk mencari pendanaan atau mencari investor atas pembiayaan transisi energi di Tanah Air.
“ETM ini melakukan pensiun dini batu bara, sesuai rencana jangka panjang menuju Net Zero Emission. Itulah upaya-upaya untuk menutup gap, kita harus berinovasi dan berkolaborasi,” pungkasnya. (ara/bid)










