Leker, Kudapan Legendaris tak hanya Sasar Anak-anak

MASAK: Penjual kue leker legendaris Kotagede, Yogyakarta sedang mengolah kudapan di wajan penggorengan, Kamis (2/3/23). (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

JAJANAN sederhana yang biasa dijual di sekolah sering kali membuat rindu untuk bernostalgia. Salah satunya adalah kue leker. Camilan tipis manis yang selalu ada di halaman sekolah.

Bagi anak-anak generasi 90-an, tentu sudah tak asing lagi dengan kudapan satu ini. Leker sebenarnya merupakan camilan sederhana. Bahan dan pembuatannya pun mudah. Hanya butuh tepung beras, tepung terigu, maizena, gula, telur, vanila, soda kue, susu kental manis, dan topping sesuai selera.

Penampilan leker kurang lebih mirip martabak. Namun dengan tampilan yang lebih tipis dan garing. Kini, kudapan ini masih banyak yang menjualnya. Seperti Harjono, salah satu penjual kue leker di depan Pasar Kotagede.

Selain dengan niat mencari rezeki, ia berkeinginan mengenang masa lalunya, sekaligus melestarikan makanan jadul itu. Sehingga usaha itu yang ditekuninya saat ini.

Pak Yono -sapaan akrabnya- sempat vakum lama tidak menjual kue leker. Awal berjualan tahun 1995 silam, belajar dari saudaranya yang juga menjual camilan ini. “Saya hanya bertahan tidak lebih dari lima tahun berjualan kue leker. Kemudian baru memulai usaha leker lagi satu tahun ke belakang,” katanya kepada Joglo Jogja, Kamis (2/3/23).

Dulu olahan ini hanya dinikmati kalangan anak-anak SD dan SMP. Kini konsumennya mulai bergeser ke masyarakat umum. Ternyata sampai sekarang masih banyak dicari pembeli. “Dulu kalangan anak-anak, sekarang dewasa yang kangen dengan kue leker,” tuturnya.

Bapak tiga anak ini dulu berjualan dari sekolah ke sekolah yang berbeda di kawasan Gedongkuning. Tetapi saat ini, laki-laki 46 tahun itu jarang berjualan menyasar ke sekolah-sekolah. Sebab, pergeseran pembeli mayoritas kalangan dewasa yang ingin bernostalgia dengan kue jadul itu.

Adonan hingga cetakan untuk membuat leker tak pernah berubah. Kui itu, masih identik dengan topping pisang, meses, dan gula. “Kalau dulu pembeli nggak pernah milih-milih. Sekarang banyak yang request topping, dan saya variasi tambahan rasa keju,” imbuhnya. (cr5/abd)