Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa

Oleh: Choerul Rozak, S.Pd.I, M.Pd
Guru PAI dan BP SMAN 1 Demak

SALAH satu di antara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia yang banyak diperbincangkan adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata hasil belajar. Masalah lain yang ada dalam pendidikan di Indonesia yang juga banyak diperbincangkan adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher center).

Sekolah adalah tempat bagi setiap peserta didik untuk belajar dan menuntut ilmu pengetahuan. Sedangkan pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa. Yakni dengan memperhitungkan kejadian-kejadian ekstrem yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa (Winkel dalam Siregar dan Hartini Nara, 2010).

Masalah utama dalam pembelajaran pada pendidikan formal adalah masih rendahnya daya serap peserta didik. Hal tersebut tampak dari rata-rata hasil belajar peserta didik yang belum mendapatkan nilai yang optimal. Ini merupakan hasil dari kondisi pembelajaran yang tidak menyentuh ranah dimensi peserta didik itu sendiri. Selain itu, proses pembelajaran masih didominasi oleh guru dan tidak memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mandiri dengan cara memanfaatkan berbagai sumber informasi dan linkungan.

Berdasarkan hasil analisa, rendahnya hasil belajar peserta didik dipengaruhi oleh dominannya proses pembelajaran konvensioanl. Pada pembelajaran ini suasana kelas cenderung teacher centered sehingga siswa menjadi pasif. Dalam hal ini siswa tidak diajarkan dapat memahami bagaimana belajar, berfikir, dan memotivasi diri sendiri. Padahal aspek-aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan dalam suatu pembelajaran. Masalah ini banyak dijumpai dalam kegiatan proses belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu guru perlu menerapkan model pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk memahami materi ajar dan aplikasi serta relevansinya dalam kehidupan sehari-hari (Trianto, 2011).

Pemilihan model pembelajaran harus memiliki pertimbangan-pertimbangan. Misalnya materi pelajaran, tingkat perkembangan kognitif peserta didik, dan sarana atau fasilitas yang tersedia. Sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat tercapai (Trianto, 2011).

Berbicara mengenai proses pembelajaran dan pengajaran yang tidak tepat terkadang membuat pemahaman siswa terhadap materi ajar kurang dapat diterima siswa. Walaupun demikian, kita menyadari bahwa ada siswa yang mampu menghafal materi yang diterimanya. Namun kenyataannya mereka sering kurang memahami dan mengerti secara mendalam pengetahuan yang bersifat hafalan tersebut. Sehingga siswa kurang mampu menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan atau diaplikasikan.

Model pembelajaran yang dapat digunakan guru hendaknya dapat menghasilkan hasil belajar siswa yang lebih baik. Di antaranya adalah model pembelajaran kooperatif tipe student team achievement division (STAD), dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI). STAD termasuk dalam model pembelajaran kooperatif yang dapat meningkatkan rasa percaya diri dan keaktifan siswa dalam belajar. Hal ini dikarenakan setiap kelompok terdiri dari empat atau lima orang. Sehingga setiap siswa akan mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kelas.

Artzt dan Newman (dalam Trianto, 2011) menyatakan bahwa dalam belajar kooperatif siswa belajar bersama sebagai suatu tim dalam menyelesaikan tugas-tugas kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Jadi, setiap anggota memiliki tanggung jawab yang sama untuk keberhasilan kelompoknya.

PAI merupakan pelajaran yang harus diajarkan kepada peserta didik. PAI mempelajari benda konkret, peristiwa, maupun kejadian yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan agama. Akan tetapi penerapanya belum disadari oleh siswa padahal hal tersebut sering terjadi dan dialami. PAI merupakan salah satu bidang studi yang dianggap sulit. Untuk menghilangkan anggapan tersebut, pengajaran PAI sebaiknya disajikan secara menarik. (*)