Dishub Sleman Siap Bantu Optimalisasi Perbaikan LPJU

Jalan Raya Ringroad Yogyakarta di Siang hari
MELINTAS: Situasi Jalan Raya Ringroad Yogyakarta di Siang hari banyak kendaraan yang lalu-lalang. (ADIT BAMBANG SETYAWAN/JOGLO JOGJA)

SLEMAN, Joglo Jogja – Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman mengaku siap membantu Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas Tiga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam perbaikan LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) di Ringroad Barat. Hal itu menyusul adanya 165 titik LPJU di sepanjang Ringroad Barat dan Utara wilayah Kabupaten Sleman yang kondisinya mati.

Kepala Dishub Sleman, Arip Pramana mengatakan, apabila BPTD Kelas Tiga DIY kekurangan alat maupun tenaga, pihaknya siap untuk membantu. Bantuan bisa berupa peralatan yang diperlukan maupun tenaga.

“Saat ini, Dishub Sleman memiliki empat unit mobil sarana perbaikan lampu penerangan jalan. Kami juga punya empat tim tenaga perbaikan lampu penerangan jalan umum. Bila diperlukan, alat dan tenaga tersebut siap kami bantukan,” katanya, beberapa waktu lalu.

Menurut Arif, penerangan jalan harus segera dilakukan perbaikan. Mengingat tidak maksimalnya penerangan jalan bisa menyebabkan terjadinya rawan kecelakaan lalu lintas. Ia mencontohkan, dari Simpang Tiga Maguwoharjo hingga Simpang Empat Gamping saat ini, penerangan tidak optimal dan menjadi titik rawan kecelakaan.

Pihaknya mengaku, telah melayangkan laporan ke pemerintah pusat melalui BPTD kelas tiga DIY. Ia mendesak agar LPJU yang mati segera diperbaiki.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, jumlah lampu yang terpasang di wilayah ring road juga masih belum optimal. Sehingga perlu ditambah jumlahnya. Harapannya penerengan jalan di sepanjang ring road wilayah Kabupaten Sleman yang merupakan jalan nasional itu menjadi lebih optimal.

Tak hanya di ring road, Arip juga mengaku di wilayah Sleman juga masih terdapat ruas jalan yang belum terpasang lampu penerangan jalan umum. Dari 700 km jalan kabupaten di Sleman, baru 62 persen yang sudah terpasang lampu penerangan jalan.

Jalan-jalan yang belum terpasang lampu tersebut, kebanyakan karena ruas jalannya belum terpasang jaringan listrik. Sehingga, untuk pemasangan lampu harus memanfaatkan lampu tenaga surya.

“Padahal pemasangan lampu tenaga surya biayanya tergolong mahal. Sementara dana yang tersedia juga terbatas,” akunya.

Arif menambahkan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemkab Sleman melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman akan terus berupaya menambah pemasangan lampu penerangan jalan. Namun pelaksanaanya akan dilakukan secara bertahap. (bam/mg4)