Pati  

Bangkitkan Kebudayaan Lokal di Hari Jadi Pati ke 700

LESTARIKAN: Meriah pegelaran Tradisi Meron di Sukolilo, belum lama ini. Tradisi menjadi salah satu Kebudayaan di Kabupaten Pati yang sudah dikenal secara luas. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kabupaten (Pemkab) Pati merayakan Hari Jadi ke-700. Peringatan hari bersejarah ini menjadi ajang untuk menghidupkan kembali kebudayaan lokal di Pati Bumi Mina Tani ini.

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro mendukung penuh upaya pelestarian kebudayaan lokal di Pati. Sehingga di momentum Hari Jadi ini dapat memperkuat rasa kebanggaan terhadap kebudayaan lokal yang telah berjalan turun-temurun.

Generasi muda juga diharapkan untuk tetap menghidupkan kebudayaan lokal. Sehingga dapat tercipta persatuan dalam bingkai keragaman budaya yang kaya di Kabupaten Pati.

“Pemerintah Kabupaten Pati mendukung sepenuhnya upaya masyarakat yang berkecimpung dalam lingkup budaya. Yakni agar terus menghidupkan kaitannya dengan kebudayaan,” ungkap Henggar.

Ia menuturkan bahwa potensi lokal dapat mengangkat citra daerah. Salah satunya kebudayaan yang ada di Pati yang bisa menjadi destinasi budaya yang menarik.

Apalagi Kabupaten Pati ini merupakan salah satu Kabupaten tertua. Sehingga menurut Henggar, banyak potensi budaya daerah yang dapat dikenalkan skala nasional.

“Kita akan membranding Kabupaten Pati untuk ke kancah yang lebih luas. Salah satunya dengan melibatkan atau menampilkan kelompok-kelompok budaya lokal dari Kabupaten Pati,” tuturnya.

Salah satu kebudayaan di Kabupaten Pati yang cukup terkenal yakni Meron. Tradisi ini terus dilestarikan di Desa Sukolilo yang telah terpilih menjadi desa kebudayaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Teknologi.

“Tradisi meron diakui sebagai budaya tak benda. Ini salah satu budaya di Pati yang diakui tingkat nasional. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan, dari serangkaian acara yang berjalan adalah bagian kita mewarisi sejarah. Jangan sampai kita kehilangan jejak,” tutur Henggar.

Dia juga terus mengajakan semua pihak ikut adil untuk memperkenalkan budaya dari Pati ke khalayakan umum. Dengan harapan, budaya lokal daerah bisa semakin populer.

“Tradisi meron memperoleh penghargaan tingkat nasional sebagai nominasi tiga besar kategori festival tradisional oleh Anugerah Pesona Indonesia. Atas prestasi tersebut, budaya ini patut mendapat dukungan bersama, untuk menanam rasa cinta terhadap budaya daerah. Mari Kita sama-sama membrending Pati,” tuturnya. (lut/fat)