Dorong Pegiat Wisata Handal Marketing

tempat wisata Kali Bladon di Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong
ASYIK: Seorang warga berfoto di salah satu tempat wisata Kali Bladon di Dusun Krayapan, Desa Purwokerto, Kecamatan Brangsong, Kendal belum lama ini. (DOK WARGA)

KENDAL – Sekitar 20 orang pegiat wisata yang berasal dari Kabupaten Kendal, Grobogan, Demak dan Kota Semarang mengikuti Pelatihan Kerwirausahaan Content Digital Marketing. Kegiatan tersebut digelar selama tiga hari mulai kemarin hingga Rabu (23/10) di Ruang Cendrawasih Agrowisata Tirto Arum Baru Kendal.

Kabid Pembinaan SDM Pariwisata Dinas Pariwisata Pemprov Jateng Trenggono mengatakan, tujuan kegiatan mendapatkan pengetahuan memasarkan produk wisata dengan cara handal secara online.

“Itulah kenapa Pelatihan Digital Marketing menjadi penting saudara semua ikuti. Soalnya, pada pelatihan itu bakal didapat banyak cara, strategi dan bentuk pemasaran yang bisa  dijalankan. Misalnya, bagaimana cara menciptakan foto produk yang menjual, bagaimana cara menyusun kalimat promosi yang efektif dan bagaimana membangun sistem manajemen keuangan, manajemen promosi yang terstruktur dan sebagainya,” jelasnya.

Baca juga:  Sekretaris DMI Kota Semarang Harap Kurban Jadi Pembiasaan

Melalui pelatihan digital marketing, para pegiat wisata diharapkan para pelaku wisata khusunya kelompok Sadar Wisata Di Kabupaten Kendal mendapatkan berbagai pengetahuan baru mengenai cara menjadi pemasar yang handal. Sekaligus mengembangkan pemasaran pada produk atau jasa yang dijual. Sehingga wisata di Kendal semakin dikenal dan kunjungan wisatawan lokal dan luar daerah terus meningkat.

Kepala Dinas Pemuda dan dan Pariwisata Kabupaten Kendal Agung Setiawan mengharapkan para peserta mengikuti pelatihan denagn fokus dan serius. Sehingga bisa menyerap semua ilmu dan skill yang dibagikan fasilitator.

Baca juga:  Hendi Ambil Formulir Pendaftaran Gubernur

“Kita berharap anggaran untuk pengembangan wisata di Kabupaten Kendal semakin meningkat dan ini memerlukan dukungan para pemuda pelaku pariwisata sehingga menjadi poin tersendiri untuk peningkatan anggaran wisata,” kata Agung.(ara/lut)