Jepara  

Gangguan Pembangkit, PLN Terapkan Pemadaman Listrik Bergilir di Jepara

DICEK: Ilustrasi perbaikan genset PLN, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemadaman listrik bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jepara dalam beberapa hari terakhir. Gangguan tersebut dipicu oleh kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang menyebabkan penurunan kapasitas pasokan daya ke sistem kelistrikan Jawa.

Akibat kondisi tersebut, PT PLN (Persero) menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah daerah guna menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan.

Manager PLN ULP Jepara, Agil Prabowo, menjelaskan pemadaman yang terjadi merupakan pemadaman tidak terencana. Menurutnya, PLN daerah hanya menerima informasi gangguan dari pusat, kemudian meneruskan informasi terkait estimasi waktu pemulihan kepada pelanggan.

“Padamnya tidak terencana. Jadi kami menerima informasi ada padam dari pusat, estimasinya juga kami informasikan kepada masyarakat,” jelasnya pada Joglo Jateng, Minggu (21/6/2026).

Dalam beberapa hari terakhir, pemadaman dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Jepara. Pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 16.45 WIB, aliran listrik padam di Desa Telukawur. Selang beberapa menit kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, pemadaman juga terjadi di Desa Daren, Kecamatan Nalumsari.

Selain itu, warga juga melaporkan pemadaman listrik yang terjadi di sebagian besar RT 01 RW 04 Dukuh Winong serta sebagian wilayah RT 02 RW 04. Hingga kini, penyebab padamnya listrik di wilayah tersebut belum diketahui secara pasti.

Berdasarkan informasi yang disampaikan PLN ULP Jepara, salah satu penyebab utama pemadaman adalah adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang berdampak pada menurunnya kapasitas pasokan daya. Untuk menjaga kestabilan sistem, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui manajemen beban atau pemadaman bergilir di sejumlah wilayah terdampak.

Pada Sabtu (20/6/2026), PLN ULP Jepara kembali mengumumkan penghentian sementara aliran listrik akibat kondisi tersebut. Pemadaman berlangsung mulai pukul 17.52 WIB hingga estimasi pukul 21.00 WIB dan berdampak pada sejumlah wilayah, di antaranya Desa Bawu, Bringin, Mindahan, Bantrung, Kecapi Kaligede, Kawak, Guyangan, Kepuk, Plajan, Tengguli, Tanjung, Banjaran, Srikandang, Papasan, Wedelan, Brantaksekarjati, Kalipucang Wetan, Gidanglo, Bugo, Kedung Sarimulyo, Welahan, Gedangan, Mijen, Pecuk, Jleper, Ngelo Kulon, serta daerah sekitarnya.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pemadaman tersebut. Perusahaan pelat merah itu menyatakan terus mengoptimalkan pasokan pembangkit yang tersedia dan mempercepat proses pemulihan agar pasokan listrik dapat kembali normal.

Pelanggan yang mengalami gangguan kelistrikan juga dapat menyampaikan laporan melalui aplikasi PLN Mobile maupun call center 123. “Karena kendala itu ada di operasional pembangkitnya. Kita ini kan unit penerima suplai,” terangnya.

Sementara itu, diketahui, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa PLN saat ini tengah menghadapi kendala teknis pada dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dioperasikan oleh perusahaan pembangkit listrik swasta atau independent power producer (IPP).

Menurutnya, gangguan tersebut menyebabkan kedua pembangkit keluar dari sistem kelistrikan Jawa sehingga memengaruhi kapasitas pasokan listrik.

Darmawan mengatakan, PLN telah mengerahkan tim untuk mempercepat proses perbaikan agar kedua pembangkit dapat segera beroperasi kembali dan sistem kelistrikan Jawa pulih secara optimal.

“Kami bekerja all out siang dan malam agar semua gangguan ini bisa segera terselesaikan,” katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (19/6/2026) malam. (oka/gih/rds)