Hampir 1,5 Tahun, Progres Proyek SPAM Semarang Barat Baru Tiga Persen

Sejumlah pekerja menyelesaikan reservoir Proyek SPAM Semarang Barat
KONSTRUKSI : Sejumlah pekerja menyelesaikan reservoir Proyek SPAM Semarang Barat di Kecamatan Ngaliyan, belum lama ini.(CR2/ LINGKAR JATENG)

SEMARANG – Progres proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) senilai Rp 1,2 triliun baru tiga persen. Proyek tersebut diharuskan selesai selama kurun waktu 1,5 tahun sejak dimulainya pengerjaan pada (22/5) tahun lalu.

Kepala Bagian Humas Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Semarang Joko Purwanto mengatakan, proyek SPAM terbagi menjadi empat lokasi proyek.

Diantaranya lokasi Intake berada di dekat bendungan Jatibarang, lokasi water treatment plan di Bambankerep, Ngaliyan, dan dua lokasi lainnya adalah reservoir yang berada di Desel Ngaliyan dan Manyaran.
“Untuk seluruh pengerjaan proyek akumulasinya baru tiga persen,” katanya.

Baca juga:  BPBD Kota Semarang: 48 Peristiwa Tanah Longsor Terjadi sejak Awal Tahun

Ia menambahkan, untuk lokasi intake sudah hampir selesai tinggal instalasi pipa reguler menuju ke arah lokasi water treatment plan. Adapun untuk 3 lokasi lainnya masih dalam tahap pengurukan tanah atai landfill.

“Untuk reservoir di lokasi Ngaliyan per Desember kemarin sudah dalam tahap pengecoran segemn kedua ,” jelasnya.

Salah satu supervisor Kontraktor Pelaksana Proyek Dante mengungkapkan, banyak hal yang menjadi penghambat di lapangan. Salah satunya adalah proses pengadaan peralatan pendukung kerja.

“Kami selaku pelaksana di lapangan hanya mengikuti perintah dari kantor pusat. Adapun progress yang menentukan adalah mereka,”ujarnya.

Baca juga:  Unwahas dan UMK Taken MoU Kerja Sama Program

Senada dengan hal tersebut. Wawan, salah satu konsultan pengawas lapangan proyek tersebut, menegaskan bahwa proyek tersebut berjalan dengan lambat. “Sudah terlihat jelas kok Mas, masa sudah hampir satu setengah tahun baru 3 persen pencapaian,”tandasnya.

Proyek SPAM Semarang Barat akan memasok kebutuhan air bersih bagi sekitar 420.000 jiwa atau sekitar 30% warga Kota Semarang melalui 70.000 sambungan rumah (SR). Sambungan mencakup tiga kecamatan di Kota Semarang, yaitu Kecamatan yakni Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat. (cr2/lut)