Mengenal Pak Keong, Ritual Minta Hujan di Banyumas

Lambang kabupaten Banyumas
Ilustrasi lambang kabupaten Banyumas

LINGKARJATENG.COM, BANYUMAS – Hujan merupakan berkah bagi manusia. Selain itu, mayoritas sektor pertanian juga mengandalkan air hujan. Tanaman akan tumbuh subur jika debit air hujan mencukupi. Sebaliknya, jika curah hujan berkurang, tentu akan berdampak pada pertanian.

Bagi masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, memiliki cara tersendiri untuk meminta hujan. Masyarakat akan menggelar ritual minta hujan dengan menggelar kesenian Pak Keong.

Iduladha

Adapun perlengkapan yang digunakan dalam prosesi ini umumnya terdiri dari beragam jenis peralatan dapur seperti centong, cething/bakul, beruk alat penakar beras yang terbuat dari tempurung kelapa, benggol/uang logam dan wangka/pecahan gerabah sebanyak 39 buah serta sesaji lainnya.

Prosesi pak keong dilakukan oleh 4 orang, di mana 1 orang berperan sebagai dalang dan 3 orang lainnya memegang bakul ataupun tampah yang berisi beragam sesaji.

Kesenian ini merupakan prosesi ritual meminta hujan yang dilakukan oleh kaum ibu-ibu petani, yang usianya rata-rata 60 tahun ke atas.

Ritual Pak Keong biasanya dilakukan saat musim kemarau, atau saat para petani sedang dalam kondisi sulit dalam bercocok tanam karena dilanda kamarau panjang.

DPRD Batang