PEMALANG – Untuk menyiapkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang melakukan verifikasi ke sekolah-sekolah guna penyiapan sarana protokol kesehatan. Ada 25 SD dan 17 SMP yang sudah disiapkan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Pembinaan Pendidikan Dasar Dindikbud Kabupaten Pemalang, Ani Khasanah saat berkunjung di MTs Negeri 1 Pemalang bersama Tim Monitoring, Evaluasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19, belum lama ini.
Ani mengatakan, untuk SMP semua sudah diverifikasi. Mulai dari penyiapan sarana cuci tangan dan handsanitezer yang di ditempatkan disetiap ruang kelas, juga penggunaan masker. Berkaitan dengan masker, Ani menegaskan, pihak sekolah harus menyediakan masker minimal sama dengan jumlah siswa yang ada. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi apabila ada siswa yang datang tapi tidak membawa masker, maka siswa harus diberikan masker.
“Siswa datang ke sekolah, dari mulai pintu gerbang sudah dicek suhu panas tubuh, setelah itu cuci tangan di depan ruang kelas, kalau yang belum pakai masker ya dikasih,” ujarnya.
Terkait dengan jadwal, siswa berada di sekolah hanya empat jam dengan satu orang guru. Ketika keluar dari ruang satu ke ruang berikutnya, cara keluarnya harus dijeda. Ani mencontohkan, semisal di kelas VIIa pulang jam sebelas, maka di ruang VIIb harus ada jeda minimal sepuluh menit. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi adanya kerumunan.
“Selain itu, siswa bawa bekal dari rumah. Pada saat berangkat siswa diantar orang tua. Setelah itu, orang tua pulang, bukan menunggu. Ini dilakukan sebagai antisipasi adanya siswa yang datang secara bergerombol saat ke sekolah,” tambahnya. Ia juga mengatakan, jika kondisi di Kabupaten Pemalang sudah memungkinkan untuk dilaksanakanya pembelajaran tatap muka, pihaknya sudah siap.
Hal yang sama juga disampaikan Kasi Pendidikan Madrasah pada Kantor Kemenag Kabupaten Pemalang, Sufiati saat dirinya mengikuti kegiatan yang sama di Mts Negeri 1 Pemalang. Ia mengatakan bahwa Kemenag Kabupaten Pemalang juga sudah melakukan monev dan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan ke madrasah-madrasah, KUA kecamatan dan Pondok Pesantren tapi hanya lewat Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
“Jadi kami per KKM. Untuk MI tiga KKM, Madrasah dan MTs tiga KKM, MA satu KKM, dan RA dua KKM,” katanya.
Sufiati mengatakan, penerapan protokol kesehatan untuk di swasta hanya sebatas pemasangan banner imbauan protokol kesehatan, cuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. “Kalau untuk pembelajaran tatap muka kami belum berani,” ungkapnya. (hms/gih)










