SEMARANG – Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Semarang meminta segenap takmir untuk turut mensukseskan Pilwakot 2020.
Partisipasi itu rencananya akan dilakukan dalam bentuk pengumuman di lewat speaker masjid untuk datang ke TPS.
“Kami meminta kepada takmir untuk membantu KPU dan jajarannya dengan mengajak dan mengingatkan kepada jamaahnya untuk menggunakan hak pilihnya dan jangan sampai golput, karena memilih pemimpin hukumnya adalah wajib,” kata Ketua PD DMI Kota Semarang, Achmad Fuad, Senin (2/11).
Fuad mengatakan, pada Jum’at terakhir sebelum coblosan pihaknya juga meminta kepada para takmir supaya khotib bisa menyampaikan isi khotbahnya tentang pentingnya memilih pemimpin atau mencoblos dalam pemilu.
“Kita akan layangkan surat edaran meminta kepada takmir untuk memaksimalkan sound system (Speaker masjid) untuk menyukseskan pilwakot dan kita juga akan membuat naskah khutbah tentang pentingnya memilih pemimpin atau mencoblos untuk disampaikan Jum’at minggu terakhir sebelum coblosan,” imbuhnya.
Menurutnya, di Kota Semarang ini berdasarkan data sistem informasi masjid (Simas) Kemenag Kota Semarang bahwa jumlah masjid di Kota Semarang ada 1.330 sedangkan mushola ada1.314.
“PD DMI Kota Semarang punya jaringan hingga tingkat ranting, jika pengurus, para takmir masjid dan mushola tersebut menyampaikan informasi pentingnya mencoblos, saya yakin dampaknya luar biasa, partisipasi masyarakat akan maksimal,” tegasnya
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Semarang, Suyanto, mengapresiasi langkah dan semangat para pengurus PD DMI Kota Semarang berperan aktif dan kreatif guna menyukseskan gelaran pilwakot serentak 9 desember mendatang.
Menurutnya, penyampaian informasi masyarakat lewat pengeras suara masjid dan mushola sangat efektif, sebab, selama ini yang kita ketahui bersama informasi penting masyarakat, mulai informasi kematian, kerja bhakti, informasi peringatan hari besar nasional atau keagamaan disampaikan lewat speaker masjid.
“Setiap Kelurahan pasti memiliki masjid dan mushola, bahkan ada yang memiliki masjid atau mushola lebih dari satu. Informasi yang disampaikan lewat pengeras masjid tersebut tidak hanya ditangkap di lingkungan masjid tersebut, tapi bisa sampai ke lingkungan (Kelurahan) lainya, saya kira ini sangat efektif,” ucapnya. (git/yos)










