Semarang, joglojateng.com – Mangkraknya proyek pengerjaan Jalan Kertanegara Selatan membuat masyarakat mengeluh. Hal itu lantaran, aktivitas masyarakat sekitar jadi terganggu. Belum lagi jika musim hujan, jalan menjadi berlumpur.
Pihak yang turut menyoroti proses pembangunan pelebaran jalan yang belum selesai tersebut yakni Direktur Polteka Mangunwijaya, Romo Materius Kristiyanto.
Dia sebenarnya menyambut baik niat pelebaran jalan tersebut oleh Pemkot Semarang. Hanya saja karena proyek tiba-tiba terhenti untuk sementara waktu, pembangunan jalan menjadi terbengkalai dan pihaknya turut terdampak. Jalan aksesnya ikut terkeruk menggunakan begu bagi proses pengerjaan pembangunan pelebaran jalan.
”Sebelumnya, kami memiliki akses jalan beton sederhana yang dibuat untuk menuju ke kampus dari Jalan Sriwijaya. Merupakan satu-satunya akses jalan menuju kampus kami. Hingga pada periode kisaran Maret, kemudian ada pengerjaan proyek yang turut memangkas akses jalan beton tersebut atau ikut terkeruk untuk pelebaran jalan,” ujar dia, Selasa (10/11).
Proses akses jalan masuk ke kampus kemudian dibuat ulang menggunakan semen, dengan kondisi kemiringan sekitar 30 derajat. Akibat jalan akses yang miring, kondisinya cukup berbahaya untuk dilintasi karena menjadi sangat licin dan seringkali berlumpur. Saat dibuat ulang, sebagian jalan dan saluran drainase di sekitarnya ada yang ambrol atau tergerus hujan.
”Drainase yang berfungsi menampung air saat hujan turun ikut tergerus dan ambrol. Kami hanya meminta solusi agar jalan akses bisa lebih nyaman untuk dilintasi,” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Sih Rianung mengaku pengerjaan pembangunan pelebaran jalan terhenti akibat adanya refokusing anggaran bagi penanganan pandemi Covid-19. Kondisi jalan di lokasi saat ini masih berupa Lapisan Pondasi Agregat Klas B (LPB).
”Kami telah merencanakan untuk pengaspalan bagi pelebaran jalan tersebut pada 2021. Ini masih ada kegiatan untuk pemasangan batu besar dan penataan drainase di sekitar lokasi. Bagi masyarakat terdampak, kami akan segera mengeceknya dan mudah-mudahan bisa mencari solusi penanganannya. Soalnya saya baru tahu adanya laporan warga tersebut,” pungkasnya. (git/gih)










