Jelang Tahun Baru, Pemkot Semarang Targetkan Hotel Jadi Ruang Isolasi Terpusat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam dan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi
TERIMA: Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Abdul Hakam dan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi saat menerima sumbangan alat-alat kesehatan dari PC GP Ansor Kota Semarang di ruang lobi Balaikota Semarang, Senin (28/12). (NANANG/ JOGLO JATENG)

SEMARANG – Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam melaporkan rencana kerjasama dengan hotel untuk menambah ruang isolasi yang semakin penuh. Hal ini dilakukan seiring melonjaknya kasus Covid-19 di Kota Semarang.

Hakam mengaku akan memprioritaskan penambahan ruang isolasi tersebut menjelang tahun baru 2021. “Terkait semakin sedikitnya jumlah ruang isolasi, kami masih mengupayakan bekerjasama dengan hotel untuk pengadaan tambahan ruang isolasi tersebut,” kata Hakam ketika ditemui saat penyerahan alat kesehatan oleh GP Ansor Kota Semarang di  Balaikota Semarang, Senin (28/12).

Hakam menjelaskan pihaknya telah mengumpulkan hotel-hotel di Kota Semarang dalam rangka kerjasama tersebut. Hotel-hotel tersebut akan diseleksi terlebih dahulu mana yang representatif untuk digunakan sebagai ruang isolasi.

“Dalam dua minggu ini kita sudah mengumpulkan beberapa hotel untuk layanan isolasi terpusat. Karena saat ini tingkat hunian hotel sudah mulai bagus, kami juga akan memilih hotel yang representatif untuk isolasi. Di antaranya hotel yang kelembabannya rendah. Sejauh ini ada satu hotel yang kita anggap sesuai,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan beberapa unit ruang perawatan serta ruang isolasi di masing-masing kecamatan. Menurutnya, persiapan tersebut dilakukan dalam rangka antisipasi menambahnya jumlah pasien yang tidak tertampung di ruang isolasi terpusat.

“Selain hotel, kami juga akan memaksimalkan puskesmas untuk rawat inap dan ruang isolasi. Kita sedang persiapkan untuk antisipasi kemungkinan terburuknya. Kalau hotel kita targetkan awal tahun sudah jadi tempat isolasi terpusat,” tandas Hakam. (cr2/yos)