Demak  

Tangggul Jebol Tak Pengaruhi Ketersediaan Pangan di Kota Wali

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Demak
JELASKAN: Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Demak, Dewi Suciati saat di wawancarai, di Kantor Dinpertan Demak, belum lama ini. (AJI YOGA/ JOGLO JATENG)

DEMAK – Dampak jebolnya tanggul Kali Tuntang mengakibatkan terendamnya lahan pertanian dan permukiman tiga dukuh di Kecamatan Bonang. Kajadian tersebut dipastikan tidak berpengaruh terhadap ketahanan pangan. Selain cadangan pangan yang masih terbilang cukup, juga banyaknya bantuan, turut membantu ketahanan pangan di lokasi bencana.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dinpertan) Kabupaten Demak, Dewi Suciati mengatakan, Demak saat ini masih menjadi salah satu lumbung pangan, baik di tingkat provinsi ataupun nasional.

Surplus hasil panen beras yang dihasilkan setiap tahunnya terbilang cukup banyak, yakni 350.000 ton. Dengan banyaknya hasil panen beras tersebut, Kabupaten Demak sering mensuplai untuk membantu ketahanan pangan di kabupaten/kota dan provinsi lain.

“Dampak banjir terhadap ketahanan pangan tidak begitu signifikan,” tuturnya saat ditemui di kantor Dinpartan Demak, belum lama ini.

Ia menambahkan, hingga saat ini suplai makanan pada daerah yang terdampak banjir masih dapat terpenuhi oleh tetangga desa. Pemkab Demak pun telah memberikan cukup banyak bantuan logistik maupun sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

Salah satunya melalui Dinas Sosial Pemberdaayan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kami sudah meninjau kelapangan secara langsung. Kami lihat ketahanan pangan masih aman, bantuan yang datang juga terbilang cukup,” imbuhnya.

Dewi juga menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Demak masih mempunyai cadangan pangan sejumlah 16,5 ton. Akan tetapi, karena bantuan di daerah terdampak banjir terbilang cukup dan adanya suplai pangan dari tetangga desa, sehingga penggunaan cadangan pangan tersebut masih ditunda.

“Cadangan pangan tersebut akan kami keluarkan atau salurkan jika dalam kondisi darurat dan telah mendapat izin dari bupati. Semoga penanganan banjir segera teratasi dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas seperti semula,” paparnya. (cr3/fat)