Kamis, 25 Februari 2021
Bank Jateng
Bank Jateng
Beranda Karesidenan Semarang Demak Masjid Agung Demak, Simbol Kekuasaan Ilahiyah Raja Jawa

Masjid Agung Demak, Simbol Kekuasaan Ilahiyah Raja Jawa

DEMAK – Masjid Agung Demak menjadi salah satu bukti sejarah bagaimana kuatnya dakwah Islam di pesisir utara pulau jawa. Arsitektur masjid dibangun dengan mengikuti bangunan keramat dari tradisi Hindu-Buddha yang dimodifikasi dengan nuansa Islam. Hal tersebutlah yang menghasilkan narasi kekuasaan ilahiah para raja tanah Jawa.

Raja dan masjid di Jawa kala itu dianggap sebagai pusat dari perantara langsung kebesaran Tuhan di muka bumi. Dalam pandangan Islam, posisi sentral tidak hanya ada pada seorang raja yang tinggal di istana. Munculnya masjid sebagai pusatnya dapat dipahami sebagai keadilan universal di dunia Islam dengan mempertimbangkan kebudayaan Islam sebagai simbol keberadaan Tuhan.

Pengurus Takmir Masjid Agung Demak dan Pengelola Makam Kasultanan Demak,  Wagiyo mengatakan, Masjid Agung Demak selalu ramai dikunjungi. Bukan hanya orang Islam yang datang untuk beribah di masjid dan berziarah ke makam para sultan. Banyak juga wisatawan non Islam dan bahkan mancanegara yang berkunjung.

“Biasanya mereka datang untuk menjadikan artefak-artefak di masjid dan museum sebagai objek penelitian atau hanya sekedar berwisata saja,” tuturnya saat di temui di Kantor Takmir Masjid Agung Demak, Kamis (21/1).

Ia juga mengatakan, Masjid Agung Demak telah beberapa kali dilakukan renovasi karena adanya perbaikan pada bangunan-bangunan yang rusak. Namun artefak-artefak dan benda-benda lain yang tidak dipakai kembali, tersimpan rapi di museum masjid.

“Semua artefak masih ada, bagi wisatawan yang datang ke sini, tidak hanya bisa ziarah atau beribadah di Masjid saja, tapi juga bisa menikmati ornamen-ornamen yang menjadi saksi penyebaran Islam di tanah Jawa ini,” paparnya.

Baca juga:  Wakil Rektor UMK Meninggal Dunia, Sempat Terkena Covid

Adanya pencampuran budaya Hindu-Budha dan Islam telah menjadikan bangunan masjid tersebut semakin indah untuk dipandang. Seperti bangunan atap memiliki bentuk atap berundak (bertingkat) tiga, perwujudan akulturasi bangunan agama Hindu yang menjadi mayoritas pada saat itu.

Dalam agama Islam, bangunan tersebut mencerminkan 3 konsep kehidupan bagi pemeluknya. Yakni Islam, Iman dan Ikhsan.

Selain itu ada juga Pintu Bledeg atau pintu anti petir. Pintu tersebut terbuat dari kayu jati berhias ukiran-ukiran apik dan bergambar dua kepala naga. Namun pintu tersebut kini telah dipindah ke Museum Masjid Agung Demak.

Seperti pantauan Joglo Jateng kemarin, bangunan Masjid Agung Demak memiliki empat tiang penyangga utama yang disebut Soko Guru. Tiang tersebut terbuat dari kayu jati yang dipercayai masyarakat peninggalan dari empat anggota Wali Songo. Yakni Sunan Bonang, Sunan Gunung Jati, Sunan Ampel, dan Sunan Kalijaga.

Menariknya dari salah satu tiang tersebut terbuat dari serpihan kayu yang disatukan sehingga membentuk tiang yang disebut Soko Tatal. Peninggalan Sunan Kalijaga.

Soko Guru di Masjid Agung Demak memang tak sepenuhnya asli. Sebab beberapa bagian yang rapuh dipotong dan digantikan yang baru, sebagian lain bisa dijumpai di Museum Masjid Agung Demak.

Adanya komplek makam Kasultanan Demak juga menjadi hal menarik sendiri bagi para pengunjung yang datang ke tempat tersebut. Oleh karena itu, Masjid Agung Demak dan kompleks makam para raja tidak pernah lengang dari para peziarah yang ingin mencari keberkah. (cr3/fat)

20,286FansSuka
96,917PengikutMengikuti

BERITA TERPOPULER

PPKM Diperpanjang hingga 8 Maret 2021

JAWA TENGAH - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga 8 Maret mendatang. Hal tersebut tertuang dalam surat edaran...

Wakaf Uang Terkendala Pengadaan Rekening

KUDUS – Wakaf uang di Kabupaten Kudus terkendala oleh rekening. Hal itu disebabkan oleh rekening yang dikhususkan untuk wakaf belum ada. Menurut Kasi Pengelola Zakat...

Dua Pemain PSIS Ikuti Vaksinasi

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melakukan vaksinasi tahap kedua di Gedung Gradika Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, kemarin. Hal itu...

Masuki Vaksinasi Tahap II, Hartopo: Kudus Zona Hijau, Tracing Harus tetap Diperkuat

KUDUS - Satuan tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jawa tengah mengadakan rapat koordinasi penanganan Covid-19 yang digelar melalui video konferensi. Agenda itu diikuti oleh Kemendagri,...

Masyarakat Tangguh Bencana Harus Diciptakan

SEMARANG – Indonesia merupakan negara rawan banjir. Baik karena cuaca ekstrem akibat perubahan iklim maupun kerusakan lingkungan. Berdasarkan dokumentasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),...

122 Mahasiswa Lolos Jasi Pendamping Klub

SEMARANG - 122 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (Fbs) Universitas Negeri Semarang (Unnes) lolos seleksi tahap 2 Pendamping Klub Literasi Sekolah yang diselenggarakan oleh...

Ada yang Ditunda, Vaksinasi Tetap Lancar

DEMAK - Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 tahap II awalnya direncanakan di tiga tempat, yaitu Pendopo Kabupaten, Kodim 0716/Demak dan Mapolres Demak. Namun, pelaksanaan Vaksinasi tahap...

Proyek Tol Semarang-Demak Tuai Polemik

DEMAK - Pembangunan Tol Semarang-Demak menuai polemik. Warga dari tiga desa di Kecamatan Wonosalam, yakni Desa Wonosalam, Desa Karangrejo dan Desa Kendaldoyong yang lahanya...

Jaga Jamu Tradisional, Digendong hingga Pakai Gerobak

DEMAK - Waktu terus berputar, zaman terus berkembang, sesuatu yang lama mulai ditinggalkan, diganti dengan hal yang baru. Namun, tidak dengan Nining, seorang penjual...

Ini Isi Lengkap Surat Edaran Kapolri Soal Penanganan Kasus UU ITE

JOGLOJATENG.COM - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Kesadaran Budaya Beretika untuk Mewujudkan Ruang Digital Indonesia yang Bersih, Sehat, dan...