Kamis, 25 Februari 2021
Bank Jateng
Bank Jateng
Beranda Karesidenan Semarang Demak Jaga Jamu Tradisional, Digendong hingga Pakai Gerobak

Jaga Jamu Tradisional, Digendong hingga Pakai Gerobak

DEMAK – Waktu terus berputar, zaman terus berkembang, sesuatu yang lama mulai ditinggalkan, diganti dengan hal yang baru. Namun, tidak dengan Nining, seorang penjual Jamu keliling di kawasan Demak Kota yang terus menjajakan racikannya setiap hari bagi para penggemar jamu tradisional.

Ia mengaku tetap bertahan sebagai pedagang jamu. Selain sebagai satu-satunya mata pencahariannya, juga untuk tetap menjaga kuliner minuman tradisional yang mulai ditinggalkan, diganti dengan obat-obatan atau suplemen bikinan pabrik yang instan dan mungkin bercampur dengan bahan-bahan kimiawi.

Nining mengisahkan, di tengah pandemi Covid-19, ia tak kenal lelah menjajakan jamu tradisional dengan gerobak kesayangannya. Dirinya mengaku telah menjajakan jamunya selama hampir 15 tahun dengan berkeliling.

“Iya sudah 15 tahun. 3 tahun pertama dulu masih digendong. Alhamdulillah, setelah itu ada rezeki untuk membeli gerobak,” tuturnya sembari menuangkan jamu, di komplek Bogarame, kemarin.

Perjalanan panjang kesetiaan Nining menjual jamu tradisional selama ini hanya menemui satu rintangan yang cukup berarti. Yaitu, di saat hujan mengguyur tanah yang ia lewati. Adanya Pandemi Covid-19 pun tak menghalangi penjualannya saat ini. Bahkan, saat banyaknya informasi bahwa jamu temulawak dapat mencegah Covid-19, saat itu ia kebanjiran orderan dari para pelanggan.

Baca juga:  Nongkrong saat Malam Tahun Baru akan Dirapid Test Antigen

“Kalo hujan pelanggan pada di rumah jadi sepi pembeli. Adanya pandemi tidak terlalu berpengaruh sih selama ini,” terangnya.

Ia menuturkan, proses membuatnya mulai jam 13.00  hingga jam 14.00 kemudian didinginkan dan dijual mulai jam 16.00 sampai 20.00 malam. Berbagai varian jamu ia tawarkan. Mulai dari racikannya sendiri hingga jamu pabrikan siap dihidangkan. Ia juga tidak lupa menjelaskan tiap khasiat jamu sajiannya.

“Ada temulawak, sambiroto, daun sirih, kunyit asem, beras kencur, dan lain-lain. Alhamdulillah habis setiap hari,” ungkapnya sambil tersenyum.

Segelas jamunya yang penuh manfaat ia hargai dengan tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan Rp 2.000 bisa menikmati salah satu kuliner minuman tradisional itu. (cr3/gih)

20,286FansSuka
96,917PengikutMengikuti

BERITA TERPOPULER

122 Mahasiswa Lolos Jasi Pendamping Klub

SEMARANG - 122 mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (Fbs) Universitas Negeri Semarang (Unnes) lolos seleksi tahap 2 Pendamping Klub Literasi Sekolah yang diselenggarakan oleh...

Angka Target Pajak Mengalami Peningkatan

KUDUS – Jumlah angka target pajak di 2019 hingga 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,11 persen. Yakni dari Rp 2,167 triliun menjadi Rp 2,169 triliun....

Hipsi Jateng Didorong Kembangkan Ekotren

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendorong Himma Pengusaha Santri Indonesia (Hipsi) Jawa Tengah dapat bersinergi dalam pengembangan ekonomi pondok pesantren...

Pembatasan Jam Himpit Ekonomi Warga

DEMAK - Pembatasan jam operasional bagi destinasi wisata di wilayah Kota Wali ini yang tak kunjung berakhir, kian menghimpit ekonomi warga setempat. Padahal, pandemi...

Jaga Jamu Tradisional, Digendong hingga Pakai Gerobak

DEMAK - Waktu terus berputar, zaman terus berkembang, sesuatu yang lama mulai ditinggalkan, diganti dengan hal yang baru. Namun, tidak dengan Nining, seorang penjual...

ASN, Pedagang Pasar hingga Wartawan Divaksin

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melaksanakan vaksinasi gelombang II kepada ribuan pelayan publik. Mereka yakni, pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai Badan Usaha...

Industri Batik Terkendala Regenerasi

PEMALANG - Perkembangan industri batik di Kabupaten Pemalang mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Meski sudah berjalan cukup lama, regenerasi pembatik cukup sulit dilakukan. Generasi...

Longsor Timpa 2 Desa, 2 Rumah Rusak

KUDUS – Bencana longsor menimpa dua desa di Kecamatan Gebog, akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Kudus sejak Selasa (23/2) malam. Tercatat, longsor...

Dua Pemain PSIS Ikuti Vaksinasi

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melakukan vaksinasi tahap kedua di Gedung Gradika Bhakti Praja, Komplek Kantor Gubernur Jawa Tengah, kemarin. Hal itu...

Gelar Workshop, Kapasitas dan Kualitas Anggota DPRD Kudus Ditingkatkan

KUDUS – Guna meningkatkan tugas dan fungsi anggota dewan, DPRD Kabupaten Kudus menggelar workshop. Tema dalam agenda tersebut yakni, Public Speaking dan Percepatan Pelaksanaan...