Demak  

Pembatasan Jam Himpit Ekonomi Warga

Masjid Agung Demak
SEPI: Suasana Masjid Agung Demak, salah satu wisata favorit di Kota Wali, belum lama ini. (AJI YOGA / JOGLO JATENG)

DEMAK – Pembatasan jam operasional bagi destinasi wisata di wilayah Kota Wali ini yang tak kunjung berakhir, kian menghimpit ekonomi warga setempat. Padahal, pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan akan berakhir.

Salah satu pedagang di kawasan Masjid Agung Demak, Murtini mengeluhkan pembatasan kunjungan wisatawan dan beberapa tempat wisata ditutup. Menurutnya, hal itu mengakibatkan beberapa kios enggan buka lantaran sepi pengunjung dan tidak mau menanggung rugi.

“Sudah tiga minggu ini jarang buka warung. Sepi semua dan banyak ruginya,” katanya, Selasa (23/2).

Hal senada dikatakan oleh Ketua Paguyuban Pedagang Keliling (PKL) Masjid Agung Demak, Muslihun bahwa dirinya pernah menyampaikan keberatan kepada Dinparta Demak lantaran mengira parkiran di Kadilangu boleh melebihi batas jam operasional yang telah ditentukan. Sedangkan parkiran di kawasan Masjid Agung Demak dibatasi jam operasional.

Ia tidak menyalahkan kondisi semacaman ini. Sudah menjadi kemakluman akibat adanya pandemi Covid-19. Namun, ia berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi kongkrit bagi warganya yang mengharapkan penghasilan harian.

“Semoga segera ada langkah solutif dari pemerintah, bagi kami yang mengandalkan penghasilan harian, terutama dari objek wisata yang ada di Demak. Dan tentunya, semoga pandemi segera berakhir dan kondiri kembali normal,” paparnya

Sementara itu, Kasi Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata (Dinparta) Demak, Siti Umi Kulsum mengatakan, pembatasan jam operasional berlangsung sampai 8 Maret. Namun, jika keadaan tidak segera membaik, ada kemungkinan pembatasan wisata diperpanjang kembali.

“Bisa juga diperpanjang melihat perkembangan kasus,” ujarnya. (cr3/gih)