SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah menyelenggarakan Pembukaan Latihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di Balai Sasana Widya Praja, Kompleks Perkantoran BPSDMD Jateng, Rabu (24/2).
Acara yang diikuti oleh 1.348 orang CPNS yang lolos seleksi itu juga diselenggarakan via online melalui aplikasi Zoom meeting serta kanal Youtube BPSDMDJTG. Acara tersebut merupakan tindak lanjut atas kebijakan nasional tentang penerimaan CPNS.
Kepala BPSDMD Jawa Tengah, Drs. M. Arief Irwanto, M.Si mengatakan bahwa pelaksanaan Latsar tersebut menyesuaikan kebijakan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) nomor 5 tahun 2014 yang ditindaklanjuti dengan PP nomor 17 tahun 2020 tentang perubahan PP nomor 11 tahun 2017 yang mengatur soal manajemen CPNS.
Amanat dalam kebijakan tersebut yakni memberikan masa percobaan kepada CPNS selama setahun melalui beberapa tahapan yang dimulai dengan Latsar. Adapun peserta yang lolos nantinya akan mendapatkan penghargaan berupa STTP dengan nomor registrasi dari Lembaga Administrasi Negara dan diterbitkan oleh BPSDMD Jateng selaku penyelenggara yang terakreditasi.
“Penyelenggaraan Latsar oleh BPSDMD dilakukan secara bertahap, untuk tahun 2021 dilaksanakan sejumlah 800 orang dari total 1.348 CPNS provinsi yang lolos seleksi. Sisanya akan difasilitasi Latsar pada tahun 2022. Sementara untuk kab/kota, difasilitasi sebanyak 2000 peserta di tahun ini, sisanya kami kolaborasikan dengan lembaga terakreditasi lainnya, baik di tahun ini maupun di tahun 2022,” kata Arif di Kompleks Perkantoran BPSDMD Jateng, kemarin.
Ia menjelaskan, selain untuk memenuhi syarat administrasi pengangkatan PNS, Latsar juga dilakukan untuk membentuk karakter PNS yang profesional. Sebelum diangkat menjadi PNS, mereka wajib memahami nilai-nilai dasar PNS, kedudukan dan peran PNS, serta menguasai bidang tugas yang diembankan.
“Sebelum mereka diangkat secara resmi menjadi PNS oleh Badan Kepegawaian Nasional, mereka perlu digembleng terlebih dahulu agar memenuhi akuntabilitas kompetensi PNS,” jelasnya.
Arif juga menyampaikan bahwa masa percobaan akan berlangsung selama setahun, dan untuk latsar akan menerapkan beberapa metode pelatihan yang telah memanfaatkan teknologi secara Blended learning. Ia berharap seluruh peserta mampu bertahan hingga akhir dan lolos secara resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil.
“Sesuai kebijakan Lembaga Administrasi Negara, penyelenggaraan Latsar CPNS setidaknya menggunakan lima metode. Dan semoga teman-teman sekalian bisa bertahan sampai akhir,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang juga hadir dalam kesempatan itu menekankan bahwa transformasi layanan publik di Jawa Tengah harus mampu menjadi pendorong perubahan besar untuk masyarakat. Menurutnya, kreativitas dan inovasi dari para PNS merupakan kunci atas tercapainya transformasi tersebut.
“Kuncinya tiga hal. Integritas, profesional, dan setia pada NKRI. Jangan coba-coba keluar dari koridor itu. Apalagi sampai korupsi, awas saja. Langsung saya copot, saya tidak main-main sama koruptor dan orang-orang yang menolak ideologi pancasila,” tegasnya. (cr2/gih)










