KUDUS – Kota Kretek saat ini digemparkan dengan penemuan jenglot di area Makam Mbah Akasah, Desa Burikan, Kecamatan Kota, Minggu (28/2). Penjaga makam menemukan jenglot berukuran 15-20 centimeter saat melakukan bersih-bersih makam.
Pemangku Punden, sekaligus Juru Kunci Makam Mbah Akasah, Mamik Junaedi menuturkan, penemuan berawal saat membersihkan area makam bersama rekannya. Ketika ia bersih-bersih merasakan firasat buruk, menyenggol gelas sehingga jatuh.
“Saya membersihkan di bagian dekat pompa air area makam, rekan saya Supriyono memotong rumput dan pohon yang rimbun. Setelah gelas itu jatuh, rasanya bakal ada apa gitu. Tapi saya belum tau dan izin shalat dzuhur dulu,” ungkapnya, Senin (1/3).
Mamik melanjutkan, setelah shalat dzuhur Supriyanto menemuinya, dengan membawa kabar adanya jenglot di area makam. Lalu ia bergegas untuk kembali ke makam, saat pertama kali ditemukan mulut dan selangkangannya berdarah,” terangnya.
Mereka kemudian menemui Kiai Sapuan untuk berdiskusi. Pihaknya lantas mencuci dan mengeringkan jenglot tersebut, dan dibungkus kain mori. Ia pun sempat bingung untuk menaruh jenglot berjenis kelamin laki-laki itu dimana, hingga akhirnya diserahkan ke perwakilan pihak Menara Kudus.
“Sebelum kami putuskan untuk diserahkan ke pihak Menara, sempat kami simpan di lemari area makam. Khawatirnya kalau ditaruh di rumah, ada banyak cucu,” tuturnya.
Terpisah, pihak Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) membenarkan jenglot yang sudah disimpan oleh yayasan tersebut. Akan tetapi pihaknya tak ingin menunjukkan tempat penyimpanannya.
“Diserahkan ke kami, dan memang sudah disimpan. Tapi dimana saya tidak tau, karena yang menerima bukan saya langsung,” imbuh Humas YM3SK saat ditemui awak media di kawasan Menara Kudus. (sam/fat)










