SEMARANG, Joglo Jateng – Pada bulan Ramadan 1442 H, Takmir Masjid Agung Semarang (Kauman) kembali menggelar Majelis Tafsir dan Fadhilah Alquran. Pengajian yang digelar secara tatap muka tersebut dilakukan di teras Masjid dengan protokol kesehatan yang ketat.
Adapun kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari tepatnya setelah Shalat Zuhur hingga menjelang Ashar. Sebelum memasuki majelis tersebut, jamaah dicek suhu tubuh dan diingatkan memakai masker serta menjaga jarak.
Sekretaris Takmir Masjid Kauman Semarang, Muaimin mengatakan, kajian tersebut merupakan serangkaian agenda amaliyah yang berlangsung setiap hari selama Ramadan. Ia mengaku, tahun ini merupakan kali pertama dibuka untuk masyarakat umum.
“Kita pertama kali melakukan kegiatan secara umum yang semula pada awal pandemi 2020 kita adakan kegiatan secara tertutup. Tahun ini dilaksanakan secara terbuka kali pertama yaitu majelis tafsir dan fadhilah alquran yang diampu oleh KH. Yahya Almutamaqin Alhafid seorang ulama Alquran,” ucapnya saat ditemui di kantornya, Selasa (13/04).
Ia mengatakan, majelis Alquran di Masjid Kauman menjadi salah satu kegiatan yang paling banyak diikuti oleh jamaah di Kota Semarang. Bahkan, sebelum adanya pandemi Covid-19, jumlah jamaah yang hadir mencapai 3 ribu orang.
“Dulu yang ikut mencapai 3 ribu lebih jamaah. Tapi kalau sekarang berkurang paling 300 orang. Dukungan dari masyarakat dan yang ikut banyak sekali, bahkan sampai diberikan tenda untuk parkir jamaah,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu jamaah, Mustakim mengatakan sangat merindukan kegiatan majelis Alquran di Masjid Kauman. Pasalnya, tahun kemarin kegiatan tersebut hanya diikuti oleh kalangan terbatas dan tertutup.
“Saya sudah lama ikut pengajian ini, rindu karena tahun kemarin sebulan tidak bisa ikut karena kondisi pandemi Covid-19,” ucapnya. (cr2/git)










