Masih Dalami Penyebab Kematian Pelajar Aliyah

  • Bagikan
Pihak Kepolisian saat melaksanakan gelar TKP di rumah HKN (16) warga Desa Kedungdowo
TEMUKAN: Pihak Kepolisian saat melaksanakan gelar TKP di rumah HKN (16) warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kamis (6/5). (SYAMSUL HADI/JOGLO JATENG)

KUDUS – Satreskrim Polres Kudus masih berupaya mendalami penyebab kematian HKN (16), siswi Madrasah Aliyah (MA). Remaja tersebut ditemukan tak bernyawa di dapur rumahnya Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Rabu (5/5).

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan pelajar kelas XI Madrasah Aliyah ini diduga kuat menjadi korban pembunuhan. “Hasil penyelidikan sementara, pada tubuh korban memang ada bekas kekerasan sehingga kemungkinan besar merupakan korban pembunuhan,” ujarnya, kemarin.

Tim penyidik, kata dia, juga masih memeriksa beberapa saksi, terutama dari pihak keluarga. Hanya saja, pemeriksaan dari saksi keluarga korban belum bisa diperiksa secara mendalam karena masih trauma.

Sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, katanya, juga masih didalami. Termasuk tali yang berada di dekat korban saat pertama kali ditemukan.

Terkait ada tidaknya keterlibatan orang dekat, dia mengakui, belum bisa menjelaskan hal itu. Karena tahapannya masih meminta keterangan sejumlah saksi serta menunggu hasil autopsi.

Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma melalui Kasat Reskrim Agustinus David mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan kepolisian, ada luka sayatan pada tangan korban tersebut.

“Selain luka sayatan, ditemukan juga tali yang terikat di tangan kanan korban. Kami masih mendalami kasus ini, dengan penyelidikan lebih lanjut yang dilakukan oleh tim,” ucapnya, kemarin.

Baca juga:  Harga Sewa Tempat di Rest Area Buat Pelaku UMKM Gigit Jari

Pihaknya pun belum bisa memberikan keterangan lebih detail terkait kejadian nahas yang menimpa HKN. Dikarenakan menyusul kasus tersebut masih dalam proses pendalaman yang dilakukan pihak kepolisian.

Sementara itu, Kapolsek Kaliwungu AKP Asnawi mengungkapkan, jika remaja putri tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban tergeletak di lantai dapur, dan ditemukan pertama kali oleh adik kandungnya selepas pulang sekolah pada pukul 10.00.

“Saat itu kondisi rumah sepi, kedua orang tua korban sedang tidak ada di rumah. Adik kandungnya yang masih SD terkejut melihat kakaknya sudah tak bergerak. Kemudian dia berteriak meminta pertolongan warga,” tuturnya.

Setelah mendengar teriakan dari sang adik, lanjutnya, warga lantas memastikan hingga menyaksikan korban sudah tak bernyawa di dapur rumahnya. Warga sekitar pun tak menyangka, pasalnya beberapa saat sebelumnya korban sempat mengantar adiknya berangkat sekolah.

Dengan adanya kejadian tersebut, kemudian melaporkan ke kepolisian setempat. Selanjutnya, pihak kepolisian menggelar tempat kejadian perkara (TKP), dan mengevakuasi jasad korban ke RSUD dr Loekmono Hadi untuk diotopsi. (sam/ara/fat)

  • Bagikan