Stok Daging di Bantul Ditangani Komunitas

CINCANG: terlihat pedagang di Pasar Niten Bantul sedang memotong daging sapi, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul menyebutkan bahwa pemasokan stok daging di pasar yang berada di Bantul sudah ditangani oleh komunitas. Sehingga kebutuhan daging di setiap pasar tersebut sudah diprediksi bisa mencukur kebutuhan konsumen.

“Sebetulnya untuk pemantau daging itu sudah ada komunitasnya. Dan komunitas tersebut sudah berusaha supaya jangan sampai terjadi kekurangan pasokan di pasar,” ungkapnya.

Selamat Idulfitri 2024

Menurutnya, hal serupa juga terjadi pula pada harga. Semuanya sudah dikoordinasikan oleh komunitas. Sehingga kondisi ini akan membuat kesamaan harga dari para pedagang yang berada di pasar tersebut.

Baca juga:  Pemkot Yogyakarta Jalin Kerja Sama Pengolahan Sampah dengan Swasta

“Kemudian, harganya, kalau ada kenaikan mesti dikoordinasikan oleh semua komunitas. Jadi tidak mungkin orang jual berbeda-beda harganya,” imbuhnya.

Sementara itu, pedagang daging sapi di Pasar Bantul Diah (37) menyampaikan, kondisi saat ini untuk harga daging sapi masih stabil, dan belum ada tanda-tanda akan mengalami kenaikan. Dirinya pun menyebut bahwa harga daging murni tanpa lemak dan tulang (KW1) senilai Rp130 ribu.

“Lalu yang daging KW2 atau daging yang sedikit berlemak seharga Rp110 ribu. Kemudian untuk daging KW3 yakni tulang iga Rp100 ribu dan tetelan Rp80 ribu,” ujarnya.

Baca juga:  3 Pasar Tradisional di Yogyakarta Kini Punya Mesin Pencacah Sampah Organik

Diah mengatakan, harga tersebut merupakan harga yang normal sesuai dengan yang biasanya terjadi. Sementara, terkait dengan kenaikan harga daging, biasanya terjadi pada saat mendekati Idulfitri.

“Pengalaman tahun kemarin, daging KW1 dari harga Rp130 ribu naik menjadi Rp150 ribu. Tapi kenaikan harga ini biasanya terjadi tiga atau empat hari sebelum lebaran,” pungkasnya. (nik/abd)