SLEMAN, Joglo Jateng – Sebanyak 12 tim esports dari seluruh Indonesia bertarung sengit dalam ajang Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall di Grha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Minggu (12/7/2026). Turnamen berskala nasional ini tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi penentu langkah atlet lokal menuju kompetisi bergengsi tingkat Asia.
Pertandingan ini memperebutkan total hadiah senilai Rp 850 juta. Satu tim terbaik dari kompetisi ini akan memegang tiket emas sebagai wakil kelima Indonesia dalam ajang internasional Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Fall pada Agustus mendatang.
Head of Esports Development Garena Indonesia, Wijaya Nugroho memaparkan, babak puncak ini mempertemukan tim yang sangat beragam dari berbagai penjuru nusantara. Perwakilan tersebut berasal dari Kalimantan, Manado, Jawa, Jambi, hingga Sulawesi.

Keduabelas tim tangguh yang berlaga tersebut di antaranya adalah MBR Omega, Kagendra, Borne Hilang Arah, dan Dewa United Horus.
Festival Rakyat dan Perayaan 9 Tahun Free Fire
Selain menghadirkan kompetisi ketat, acara ini digelar secara terbuka dan gratis bagi komunitas gamer serta masyarakat umum di GSP dan Lapangan Pancasila UGM. Konsep yang diusung pun unik, yakni menggabungkan turnamen game dengan kehangatan festival rakyat ala pasar malam.
Game Producer Garena Free Fire Indonesia, Christiandy Franciscus menjelaskan, pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi turnamen merupakan bentuk apresiasi. Hal ini sekaligus menjadi selebrasi perjalanan sembilan tahun Free Fire bersama komunitas.
Garena berkomitmen untuk selalu berjalan beriringan, menjunjung tinggi nilai kebersamaan, serta tetap suportif terhadap ekosistem esports lokal.
“Ke depannya, kami berencana rutin membuat event di tiap kota, terus mendengarkan masukan dari komunitas, dan menghadirkan exhibition experience esports yang lebih interaktif,” ungkap Christiandy. (ree/rds)










