KUDUS, Joglo Jateng – Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mulai dilakukan vaksinasi. Tahap pertama ada sekitar 200 mahasiswa yang akan dilakukan selama dua hari. Vaksinasi kepada mahasiswa ini sebagai upaya preventif agar semua sivitas UMK sehat secara jasmani.
Kepala Kesehatan, Keselamatan Kerja, Kebencanaan dan Lingkungan (K4L) UMK Hendy Hendro HS mengatakan, sivitas akademika seperti dosen, tenaga kependidikan hingga office boy sudah dilakukan vaksinasi. ”Sementara untuk mahasiswa baru dilakukan hari ini (Rabu (7/7), red), ada 200 mahasiswa yang menerima vaksin dosis pertama,” katanya saat vaksinasi mahsiswa di RS Kartika Husada, Rabu (7/7).
Kali ini, vaksinasi untuk mahasiswa UMK bekerjasama dengan Kodim 0722 Kudus. Sebelumnya, pihaknya sudah mengirim surat ke Bupati Kudus terkait permohonan vaksinasi bagi mahasiswa. Surat tersebut sudah ditindaklanjuti bupati ke beberapa instansi terkait. Untuk kali ini pemberian vaksin dari Kodim 0722 Kudus.
“Untuk vaksiansi dilakukan dua hari, Rabu (7/7) dan Jumat (9/7), tentunya selanjutnya akan terus bersinergi dengan Pemkab Kudus, Kodim 0722 Kudus, Polres Kudus terkait vaksinasi mahasiswa UMK. Syaratnya cukup membawa kartu tanda mahasiswa (KTM) UMK dan tidak harus domisili Kudus, bisa Pati, Jepara, Demak atau lainnya,” terangnya.
Sementara itu, Rektor UMK Darsono mengatakan, pihaknya tentu mengucapkan terimakasih kepada Bupati Kudus, Dandim Kudus, Kapolres Kudus. Dalam upaya preventif penanggulangan Covid-19 dengan vaksinasi kepada mahasiswa UMK.
Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan vaksiansi kepada sivitas akademika UMK mulai dari dosen, tenaga kependidikan hingga OB. Tujuannya tak lain sebagai upaya perlindungan terhadap seluruh sivitas akademika UMK.
”Kami lakukan upaya agar sivitas akademika, termasuk mahasiswa terhindar dari covid, yang penting semua sehat dulu,” jelasnya.
Untuk saat ini pihaknya belum berfikir merencanakan proses tatap muka. Untuk tatap muka pihaknya menunggu arahan dan aturan dari kemendikbudristen, LLDIKTI Wilayah 6 dan Pemkab Kudus. ”Kami senantiasa menunggu arahan pemerintah terkait pembelajaran tatap muka,” imbuhnya.
Sementara itu, Elva Vita Rahayu, mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMK mengatakan, dirinya mendaftar sebagai peserta vaksin karena ada info di medsos kampus. Dirinya langsung mendaftar karena ingin mendapatkan vaksin agar tidak terpapar Covid-19.
Dirinya memutuskan vaksin karena melihat banyak temannya yang sudah vaksin dan tetap sehat, tidak ada dampak negatif parah dari vaksin. Sehingga dirinya yakin dan tidak takut untuk di vaksin. (hms/fat)










