Tak Semua Nakes Perlukan Vaksin Booster

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah Djoko Handojo
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Tengah Djoko Handojo. (ANTARA / JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pada Minggu (11/7) lalu, Indonesia menerima sebanyak 3.000.060 dosis vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Selain digunakan untuk vaksinasi masyarakat, vaksin ini rencanaya akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sebagai vaksin booster suntikan ketiga. Meski demikian, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Tengah menilai, tidak semua tenaga kesehatan (nakes) memerlukan vaksin booster.

Ketua IDI Jawa Tengah, Djoko Handojo mengatakan bahwa perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan dan pendataan terhadap nakes yang memerlukan vaksin booster ketiga. Hal ini disampaikan Djoko ketika dihubungi Joglo Jateng melalui sambungan telepon, kemarin (16/7).

“Tapi kita juga perlu lihat apakah secara terperinci semuanya (nakes) perlu divaksin. Nanti jangan-jangan angka antibodinya sudah tinggi, kan nggak perlu divaksin. Jadi nanti ada pelaksanaannya,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengaku berterima kasih dengan adanya pengadaan vaksin ketiga untuk nakes dengan vaksin Moderna ini. Hal ini tak lain karena banyaknya tenaga kesehatan yang gugur ketika menangani lonjakan pasien Covid-19.

“Tapi setidak-tidaknya sudah diberikan izin untuk adanya vaksin booster atau vaksin ketiga untuk nakes. Kami sangat berterima kasih karena kita tahu nakes kita terbatas, dan maaf, banyak yang berguguran. Untuk mengganti mereka tidak mudah karena memerlukan waktu yang lama,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, tenaga kesehatan perlu diprioritaskan dalam program vaksinasi. Dengan harapan, daya tahan mereka akan terjaga untuk selanjutnya dapat membantu penanganan Covid-19 bagi masyarakat.

“Jadi walaupun sudah divaksinasi, diharapkan isolasi mandiri hanya 5 hari, terus bisa bertugas lagi atau bagaimana lah. Tapi kita harus tetap hati-hati agar mereka (nakes) tidak overload, kecapean hingga virusnya tetap menghinggapi mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, sebeagaimana diberitakan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan bahwa 3.000.060 dosis vaksin jenis Moderna yang diterima Indonesia merupakan pengiriman tahap pertama sebagai hasil hubungan kerjasama Internasional dengan Amerika Serikat melalui jalur multilateral COVAX Facility.

Vaksin ini telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) atau otoritas penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tanggal  2 Juli 2021. Dosis sharing yang akan diberikan Amerika Serikat kepada Indonesia adalah sejumlah 4.500.160 yang akan dikirimkan secara bertahap. (cr12/gih)