PURWOKERTO, Joglo Jateng – Warga Banyumas yang mesti menjalani isolasi mandiri (isoman) akibat terpapar Covid-19 mengalami kebingungan harus melapor kepihak mana. Belum lagi, ketakukan jika tetangga sekitar masih ada yang menjauhi pasien positif beserta keluarganya. Untuk itu, Pemkab Banyumas berinisiatif untuk membuat aplikasi pengaduan khusus bagi warga yang isoman.
Salah satu warga Kembaran, Rohayai (34) menuturkan, awalnya, suaminya mengeluhkan tidak enak badan di Yogyakarta, kemudian dari pihak kantor memfasilitasi swab antigen dan hasilnya negatif. Oleh karena itu dirinya berani menjemput suaminya. Namun setelah sampai rumah dites lagi, suaminya postif Covid-19.
“Jadi saya awalnya berfikir karena hasilnya negatif artinya suami saya baik-baik saja, namun sampai dirumah ia mengeluh masih tidak enak badan jadi saya bawa ke rumah sakit. Di sana ternyata harus diswab antigen lagi dan ternyata hasilnya positif,” terangnya saat ditemui, akhir pekan lalu.
Pasca menngetahui hasil swab antigen suaminya positif, ia mengalami kebingungan harus melapor kemana karena takut diketahui tetangganya. Kemudian, dia melaporkan kondisi suaminya ke puskesmas.
“Alhamdulillah respon puskemas langsung melakukan pengecekan, namun kebingungan masih ada, karena saya membawa suami saya ke puskesmas dengan status masih dalam isoman. Sementara jika ambulans datang ke rumah tentu mengundang perhatian tetangga,” katanya.
Terpisah, Kabid Aplikasi Informatika Dinkominfo Banyumas Andiono mengatakan, pusat aduan khusus warga yang isoman sudah mulai disiapkan sistemnya. Pihaknya akan membuat sistem dengan melakukan pengisian data diri dan data tersebut akan terkoneksi dengan puskemas.
“Harapanya jika semua mengetahui, maka pelayanan untuk warga isoman ini bisa dijalankan sesuai prosedur,” terangnya.
Andiono menambahkan, aplikasi tersebut akan dikelola oleh Dinkes Banyumas. Isinya mulai soal keluhan, pemantauan dan pelayanan stok logistik agar warga yang menjalani isoman tidak mengalami kekurangan vitaman dan obat-obatan. (cr9/gih)










