PEMALANG, Joglo Jateng – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang di sektor pariwisata jauh dari target yang ditetapkan. Selama pandemi Covid-19 berlangsung, Pemkab Pemalang berpotensi kehilangan ratusan juta rupiah. Ditutupnya berbagai destinasi wisata menjadi salah satu faktor tidak optimalnya implementasi target PAD sektor pariwisata.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Plt Disparpora) Pemalang Ali Mukharom mengatakan, target PAD sesuai dengan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 yakni sebesar Rp. 1,5 miliar. Namun, dalam realisasinya belum mencapai 50 persen.
“Sampai saat ini, pada semester pertama baru terealisasi tidak lebih dari 50 persen target PAD. Karena sektor pariwisata banyak yang ditutup akibat pandemi,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, sejak awal tahun 2021 pariwisata di Kabupaten Pemalang sudah ditutup dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu, di hari besar pihaknya menutup hamper seluruh sektor pariwisata.
Seharusnya dalam momentum hari besar tersebut, banyak wisatawan yang berkunjung di beberapa destinasi wisata di Kabupaten Pemalang.
“Tahun baru dan idul Fitri sektor pariwisata kami tutup, padahal itu berpotensi mendatangkan banyak wisatawan,” jelasnya.
Ia mengaku, sejak pemberlakuan PPKM darurat beberapa waktu lalu sampai saat ini masih banyak sektor pariwisata yang ditutup. Apalagi dengan perpanjangan PPKM hingga tanggal 23 mendatang. Sesuai dengan instruksi Bupati untuk area publik termasuk pariwisata juga sementara di tutup.
Ia berharap, Pemalang dengan segala upaya bisa menurunkan kasus, sehingga destinasi wisata bisa diperkenankan untuk dibuka kembali.
“Saya berharap kasus Covid-19 bisa terus menurun dan berakhir. Sehingga wisata bisa dibuka kembali dan bisa mengejar target PAD di semester kedua nanti,” tegasnya. (cr1/all)










