Vaksinasi Berjalan Lancar, 81 Persen Target Tervaksin

SMP 2 Kudus
SUNTIK: Salah satu siswa SMP 2 Kudus, saat proses vaksinasi dilakukan di ruang pertemuan lantai dua sekolah, Selasa (31/8). (MUHAMMAD ABDUL MUTTHOLIB / JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dalam rangka mendukung program pemerintah percepat vaksinasi anak, Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 2 Kudus gelar vaksinasi untuk siswa, Selasa (31/8). Sebanyak 274 siswa kelas IX, menjadi sasaran utama program vaksinasi tahap pertama tersebut.

Kepala SMP 2 Kudus Sujarwo, melalui Humas Etik Dwi A.Y menerangkan, vaksinasi anak dilakukan, dengan harapan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dapat berjalan dengan lancar. Sehingga, pembelajaran secara daring dapat segera dialihkan ke PTM secara penuh.

“Karena vaksinasi merupakan salah satu cara mencegah penyebaran Covid-19. Jadi supaya nanti, kita semua bisa melaksanakan PTM lagi dengan lancar. Karena materi yang bisa terserap selama pembelajaran secara daring, kurang lebih hanya 30% saja. Akan lebih efektif ketika diadakan PTM,” terangnya.

Pada kegiatan tersebut, SMP 2 Kudus mendapatkan jatah vaksin untuk 274 siswa. Target vaksinasi difokuskan bagi siswa kelas IX, karena mereka akan menghadapi ujian.

“Sesuai instruksi dari dinas, target vaksinasi kali ini memang khusus ditujukan kepada siswa kelas IX. Jadi kuota yang diberikan, memang berasal dari jumlah keseluruhan kelas IX. Semua SMP juga sama. Tujuannya karena, mereka sebentar lagi sudah mau lulus. Kemudian mereka juga akan menghadapi ujian, jadi diutamakan” jelasnya.

Meski demikian, tidak semua kuota bisa digunakan. Hal tersebut dikarenakan, beberapa siswa sudah melakukan vaksinasi secara mandiri. Selain itu, beberapa lainnya masih ada yang mengalami kendala.

“Dari total 274 kuota yang disediakan, total terpakai 223 dosis saja. 51 siswa yang gagal vaksin hari ini, dikarenakan ada yang sedang batuk pilek, ada yang pernah kena covid belum tiga bulan, dan ada yang tidak diperbolehkan orang tua,” paparnya.

Sebelumnya, pihak sekolah telah memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa. Pihaknya telah membuat surat persetujuan, yang berisikan izin dari orang tua murid, untuk melakukan vaksinasi.

“Jadi memang ada persetujuan dari orang tua, supaya bisa mengikuti vaksinasi ini. Melalui surat persetujuan yang sudah dibagikan sebelumnya. Apabila orang tua tidak mengizinkan, ya anak tidak akan divaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, Naswa Rasya Rulyansyah (14) salah satu peserta vaksinasi mengungkapkan, dirinya sempat merasa grogi saat akan melakukan vaksin. Meski demikian, ia juga merasa senang karena bisa bertemu kembali dengan teman-temannya.

“Rasanya agak kemeng sedikit, tapi senang. Karena ini juga untuk kebaikan kita, jadi saya mendukung. Semoga nanti setelah vaksin, bisa terus PTM. Jadi bisa ketemu sama teman-teman juga, tidak hanya lewat daring saja,” ungkapnya. (cr10/fat)