Verstappen Persembahkan Kemenangan Dihadapan Orange Army

TIKUNG: Pebalap tuan rumah Max Verstappen melaju dihadapan pendukungnya yang dikenal dengan sebutan Orange Army, akhir pekan Senin (6/9/2021). (https://twitter.com/F1)

ZANDVOORT, Joglo Jateng – Pebalap tuan rumah Max Verstappen kembali ke puncak klasemen pebalap Formula 1. Setelah mengalahkan rival utamanya Lewis Hamilton demi mengklaim kemenangan Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, akhir pekan Senin (6/9/2021).

Verstappen dan Hamilton mengawali balapan seri ke-13 dalam kalender itu dari baris terdepan setelah sang pebalap Red Bull mengklaim pole position. Beruntung, kedua pebalap tak mengulangi insiden Silverstone di mana mereka terlibat senggolan ketika saling berebut posisi di lap pertama lomba.

Verstappen cukup dominan menjalani balapan 72 putaran itu tanpa tersalip lawannya. Kecuali ketika pitstop, hingga melintasi garis finis 20,9 detik di depan Hamilton. Ia disambut riuh puluhan ribu Orange Army yang memenuhi tribun Sirkuit Zandvoort yang kembali menjadi tuan rumah balapan setelah 36 tahun.

Hamilton, tak mampu menandingi kecepatan sang pebalap Red Bull, membawa satu poin tambahan untuk lap tercepat berkat berganti ban soft di pengujung lomba. Sedangkan Valtteri Bottas melengkapi podium untuk Mercedes di peringkat tiga.

Verstappen menjadi satu-satunya pebalap Belanda yang memenangi balapan di kampung halamannya. Dengan tambahan 25 poin, ia mengubah defisit tiga poin di klasemen menjadi keunggulan tiga poin sebagai pemuncak klasemen baru menggeser Hamilton ke peringkat dua. Bottas menempati peringkat tiga dengan jarak lebih dari 100 poin dari pemuncak klasemen.

“Seperti yang bisa Anda dengar, ini luar biasa. Ekspektasinya tinggi menuju akhir pekan ini, saya sangat senang bisa menang di sini. Ini hari yang luar biasa, seluruh penontonnya luar biasa,” kata Verstappen.

Di awal lomba, Mercedes memanggil Hamilton untuk pitstop lebih dini. Red Bull meresponnya beberapa lap kemudian dengan pitstop yang lebih cepat sehingga Verstappen kembali ke trek dan tetap berada di depan sang rival.

Hamilton memuji penampilan dominan Verstappen juga para pendukung fanatiknya di Zandvoort. “Max melakukan tugas yang luar biasa, selamat untuk dia. Saya mengerahkan segalanya, mereka (Red Bull) terlalu cepat bagi kami,” kata Hamilton.

KEBANGGAAN: Verstappen menjadi pebalap Belanda pertama yang menjadi penantang utama perebutan gelar juara dunia. (https://twitter.com/F1)

Sementara itu, kemenangan dominan Max Verstappen pada Minggu (5/9) disambut dengan pesta besar ribuan pendukungnya di pantai di pinggir Sirkuit Zandvoort. Mereka dijuluki Orange Army.

Verstappen menghibur 70.000 fannya, yang hampir semuanya mengenakan atribut berwarna oranye. Para pendukung bernyanyi dan berjoget kegirangan ketika ia memimpin lomba dari pole position dan merebut kemenangan dengan finis 20 detik di depan rival utamanya, di balapan F1 pertama yang digelar di Belanda sejak 1985.

Fan Verstappen merayakan kemenangan idolanya bahkan jauh sebelum balapan dimulai. Mereka menyulut flare oranye dan mengibarkan ribuan bendera Belanda ketika sirkuit di pinggir pantai dekat Amsterdam itu penuh dengan penonton sebelum jam makan siang.

“Sangat senang dapat melihat Verstappen begitu dekat dengan rumah,” kata seorang fan yang melakukan perjalanan sejauh 30km mengayuh sepeda dari rumahnya di Roelofarendsveen.

Para penonton merogoh kocek 600 dolar AS (sekira delapan juta rupiah) untuk mengikuti tiga hari balapan di tribun utama. Tapi itu terbayarkan ketika Verstappen memenuhi harapan para fannya.

Zandvoort menggelar Formula 1 kembali sejak Niki Lauda menang di sana pada 1985. Penyelenggara berupaya memanfaatkan popularitas Verstappen, yang menjadi pemenang Grand Prix termuda dan pebalap Belanda pertama yang menjadi penantang utama perebutan gelar juara dunia.

Ketenaran sang pebalap berusia 23 tahun, yang menarik puluhan ribu fan Oranye ke balapan di berbagai negara di Eropa. Hal itu membantu terjualnya 300.000 tiket dengan cepat saat ditawarkan dua tahun lalu. (ara/fat)