JAYAPURA, Joglo Jateng – Bangkit dan menang bersama menuju masa depan. Demikain pesan yang tertangkap dalam upacara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Jayapura, Sabtu malam 2 Oktober lalu.
Aneka pertunjukkan seni budaya yang bernuansa dinamis tersaji di stadion yang juga disebut Stadion Utama Papua Bangkit dan Stadion Harapan itu. Di hadapan sekitar delapan ribu atau 20 persen dari kapasitas penuh stadion, tarian tradisional bertuliskan “Selamat Datang Papua” membuka awal rangkaian pertunjukan.
Suguhan tarian adat kembali hadir dan menjadi daya tarik di antara penampilan sejumlah selebritas yang memeriahkan pembukaan PON pertama di Papua itu. Tarian dari lima wilayah adat di Papua dalam pembukaan itu mencerminkan keberagaman Papua. Yakni sebagai rumah dari ratusan suku yang mempunyai seni dan budaya berbeda.
Lima wilayah adat yang ditunjukkan dalam tarian itu adalah adat Tabi Manta, adat Saereri, adat La Pago, adat Mee Pago, dan adat Anim Ha. Walau memiliki beragam wilayah adat, PON menjadi ajang persatuan dalam kompetisi guna menang bersama menuju masa depan.
“Hari ini (Sabtu, red) dengan penuh harapan, saya mengajak sahabat-sahabat semua, PON XX Papua 2021 ini adalah simbol kemenangan, simbol kemenangan kita bersama. Selamat datang, selamat bertanding. Torang Bisa!,” pesan Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya.
PON XX, lanjut Lukas, akan menunjukkan kepada sahabat-sahabat di seluruh penjuru Nusantara. Bahwa Papua akan senantiasa menjadi bagian Indonesia.
“Kami masyarakat Papua akan senantiasa menjadi bagian tidak terpisahkan dari Bumi Indonesia karena Merah Putih selalu terpatri dalam hati dan jiwa kami,” imbuh Lukas.
Pernyataan menang bersama itu terpadu dalam tema upacara pembukaan. Yaitu Papua bangkit menuju masa depan dengan uraian pertunjukan Papua masa dulu, masa kini, hingga masa yang akan datang.

Tema pembukaan PON Papua itu sekaligus menjadi momentum bagi anak-anak muda Bumi Cenderawasih untuk bangkit dan berprestasi dalam berbagai bidang. Konsep menang bersama, bangkit, dan menuju masa depan itu juga dapat diambil dari pernyataan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya.
“Pekan olahraga ini menggambarkan kemajuan Papua. Menunjukkan kesiapan infrastruktur di tanah Papua dan kesiapan masyarakat Papua dalam menyelenggarakan acara besar untuk berprestasi di kancah nasional dan internasional,” kata Presiden Jokowi.
PON, kata Presiden, memiliki makna besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. PON adalah panggung persatuan, panggung kebersamaan, panggung persaudaraan, panggung kesetaraan, dan panggung keadilan untuk maju dan sejahtera bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Protokol kesehatan yang diterapkan secara ketat menjadi amanat kuat PON XX dalam semua arena penyelenggaraan. Termasuk di stadion utama. Ratusan tenaga medis juga telah bersiaga selama upacara pembukaan. Mereka disebar di sejumlah titik di area stadion seperti di pintu masuk hingga di dalam stadion.
Tim medis akan didukung oleh Klinik XX dengan tenaga spesialis seperti dokter bedah, dokter kegawatdaruratan, dokter olahraga, dan dokter jantung. Ada pula fasilitas lain kesehatan seperti mobil mini ICU, lima ambulans evakuasi, serta dua ambulans rujukan.
Euforia acara pembukaan terasa pula di depan Kantor Gubernur Papua di Jalan Soa Siu Dok 2 Bawah, Jayapura. Puluhan warga menonton berbagai penampilan selebritas nasional dan lokal Papua serta pertunjukan tarian lewat videotron.
Meski tidak menonton langsung di stadion, warga Papua bangga kampung halamannya menjadi perhatian masyarakat seluruh Indonesia. Salah satu warga itu adalah Lekson Jikwa. Ia sengaja datang di depan kantor gubernuran guna menyaksikan pembukaan.
Lekson, yang datang bersama dua adiknya, mengaku bangga karena Papua menjadi tuan rumah PON Papua. “Tentu saja bangga karena Papua dikunjungi dan dilihat semua masyarakat Indonesia,” kata Lekson Jikwa. (ara/fat)










