JAKARTA, Joglo Jateng – PT PLN (Persero) telah merampungkan proyek strategis nasional berupa penambahan Interbus Trafo atau IBT #3 berkapasitas 500 MVA pada Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Grati di Pasuruan, Jawa Timur. Pemberian tegangan ini telah dilakukan pada akhir September.
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi menerangkan, proyek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan listrik dari Grati ke Paiton. Yakni melalui SUTT 150 KV Gondang Wetan-Probolinggo.
PLN menggelontorkan investasi Rp 141 miliar untuk proyek tersebut. Dimana pengerjaan selesai dalam waktu kurang dari dua tahun.
“Proyek ini memiliki dampak signifikan dalam penghematan biaya. Karena PLN dapat mengoptimalkan penggunaan pembangkit yang paling efisien,” ujarnya, Minggu (10/10).
Meskipun proyek itu rampung, namun perseroan tetap mampu melakukan efisiensi. Saat Interbus Trafo lain dilakukan pemeliharaan, PLN tetap bisa memberikan keandalan pasokan dan melakukan penghematan. Yakni sebesar Rp 78 miliar selama satu tahun.
Selain itu, pengoperasian IBT #3 Grati juga sebagai pemenuhan kondisi untuk mencegah kelebihan pasokan daya pada setiap trafo di GITET Grati. Interbus Trafo baru itu dapat meminimalisir terjadinya gangguan yang disebabkan kelebihan kemampuan kapasitas daya yang dimiliki IBT #1 dan IBT #2.
Selain itu, penyelesaian IBT #3 Grati merupakan salah satu langkah strategis untuk pencegahan kehilangan daya. Apabila terjadi gangguan pada subsistem kelistrikan di daerah lain, seperti Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, dan Jember, maka kendala dapat langsung diatasi.
“Ke depannya IBT ini akan menyalurkan energi sebesar 322 megawatt,” tandasnya. (ara/ern)










