Dinas Kesehatan Kota Semarang Mendapatkan Penghargaan

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam (DICKRI TIFANI BADI/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mendapatkan penghargaan penanganan pandemi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Yaitu atas terobosan kreatifnya menggunakan metode door to door dalam penyelenggaraan vaksinasi. Meski demikian, dinkes tengah menyiapkan trobosan program baru mengenai pelayanan kesehatan.

Kepala Dinkes Kota Semarang Abdul Hakam mengatakan, penghargaan ini tak hanya kiprah dari Dinkes Kota Semarang. Melainkan atas kerjasama dari berbagai elemen mulai dari jajaran Forkompimda dan masyarakat Kota Semarang yang telah mendukung upaya percepatan vaksinasi.

“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat Kota Semarang. Apalagi Wali Kota Semarang bersama Forkompida terus yang mengupayakan percepatan vaksinasi dengan beberapa strategi,” kata Abdul Hakam, Minggu (14/11).

Ia menyampaikan, awal strategi vaksinasi di Kota Semarang yang menggunakan sentra vaksinasi mampu mencapai sekitar 70 sampai 80 persen. Setelah berhasil cakupan sentra vaksinasi, kata Hakam, kemudian pihaknya memberikan inovasi baru dengan mengeluarkan program door to door tersebut.

Dijelaskannya, vaksinasi door to door dibantu oleh puskesmas, TNI Polri, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Yakni dengan cara mendata warga Kota Semarang yang belum mendapatkan vaksinasi di tingkat RT.

“Data tersebut digunakan mereka untuk langsung datang ke suatu RT atau door to door ke RT per puskesmas. Selain itu, kami juga kerjasama dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RT, RW atau kelurahan dengan memakai odong-odong sebagai fasilitas antar jemput warga ke lokasi vaksinasi Covid-19 di balai RW, kelurahan atau tempat ibadah. Jadi ada beberapa skema, satu bisa langsung dari rumah ke rumah hingga warga dikumpulkan agar cakupan vaksinasi tercapai,” jelasnya.

Kendati demikian, Hakam mengungkapkan bahwa program ini digunakan ketika peserta vaksinasi yang berada di faskes sudah mulai berkurang. Target per faskes 30 sampai 50 orang.

“Kita bikin strategi door to door supaya warga yang tidak mau vaksin. Target hanya siapa saja yang belum vaksin. Itu yang buat pegangan teman-teman yang dilapangan. Semisal sehari 30 sampai 50 orang per puskesmas, menurut saya sudah ciamik, “ujarnya.

Meski program ini sudah mendapatkan penghargaan dari Kemenkes, ia menuturkan Dinkes Kota Semarang selalu memberikan inovasi baru terkait penanganan kesehatan melalui program barunya berupa Layanan Warga Semarang Sehat Setiap Waktu (Lawang Sewu). Menurut Hakam, program Lawang Sewu bisa mengendalikan kasus penyakit tidak menular khususnya kasus yang berhubungan dengan penyakit metabolik. Pihaknya mengeluarkan 5 starategi antara lain aktivitas fisik, edukasi perilaku hidup sehat, deteksi dini penyakit,  kualitas lingkungan sehat,  dan pangan sehat dan bergizi.

“Kami melakukan kegiatan di antaranya senam, jalan sehat, senam ibu hamil, kelas bumil, sosialisasi prokes,  konsultasi UBM, pemeriksaan gizi dan mulut, konsultasi gizi dan pemeriksaan IMT, tes gula darah, tes Hb5ag dan VCT, pemeriksaan kadar PH pada air oleh sanitiarian, ajakan makan buah dan sayur, layajan konsultasu PIRR dan layak higenis,” ucapnya. (dik/gih)